Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Kembangkan Sistem Pertahanan Udara Unggulan Tanpa Analog di Dunia

Iran mengungkapkan pengembangan sistem pertahanan udara baru yang disebut tak dimiliki negara manapun, dengan hasil operasional menurunkan lebih dari 200 pesawat musuh dalam konflik 40 hari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 01.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Kembangkan Sistem Pertahanan Udara Unggulan Tanpa Analog di Dunia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Iran kini tengah menyelesaikan pengembangan sistem pertahanan udara generasi terbaru yang diklaim unik dan tak memiliki kesamaan dengan teknologi militer negara lain. Komandan Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Alireza Elhami, menegaskan bahwa rancangan sistem tersebut sedang dalam proses transformasi dari konsep ke produk operasional yang siap diterjunkan di medan pertempuran.

Menurut Elhami, keunggulan utama dari sistem ini terletak pada tingkat kebaruan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya di dunia militer. Ia menekankan bahwa sistem tersebut tidak dapat dipetakan atau dibandingkan dengan teknologi pertahanan udara yang sudah dikenal secara global. Keberadaannya yang belum terdeteksi secara akurat oleh lawan menjadi salah satu faktor kunci dalam efektivitas operasionalnya.

Dalam konflik berdurasi 40 hari, sebagian sistem pertahanan udara buatan dalam negeri Iran telah dikerahkan dan terbukti berhasil menjatuhkan lebih dari 200 pesawat musuh. Keberhasilan ini, menurut komandan, didukung oleh ketidakmampuan lawan untuk mengidentifikasi sumber serangan atau merancang respons yang efektif. Keterbatasan pengetahuan lawan mengenai spesifikasi dan metode kerja sistem menjadi senjata strategis yang memperkuat pertahanan nasional.

Proses pengembangan sistem baru ini masih berlangsung dalam tahap evaluasi lapangan dan penilaian kinerja. Setelah melalui proses validasi teknis dan legalitas, sistem tersebut akan memasuki tahap produksi massal dan replikasi untuk memperluas kapasitas pertahanan nasional. Tujuan utamanya adalah menciptakan alat pertahanan yang mandiri, tak tergantung pada pasokan asing, serta mampu menangkal ancaman udara dengan efisiensi tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya