Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran: Perjanjian Makkah Bentuk Kerja Sama, Bukan Ancaman

Iran menegaskan tidak melihat Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah sebagai ancaman, melainkan sebagai langkah kolaborasi antar negara Muslim dalam menghadapi tantangan keamanan regional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran: Perjanjian Makkah Bentuk Kerja Sama, Bukan Ancaman
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan secara tegas bahwa Teheran tidak memandang Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah sebagai bentuk ancaman. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers rutin di ibu kota Iran, menanggapi isu terkait kesepakatan pertahanan antara Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan. Baghaei menekankan bahwa tiga negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut merupakan mitra Muslim yang sering menghadapi ancaman, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama dari Israel.

Ia menyoroti bahwa negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah telah menyadari keterbatasan dalam mengandalkan keamanan dari Amerika Serikat, yang dinilai lebih fokus melindungi kepentingan Israel daripada menjamin stabilitas bagi sekutu regional. Dalam konteks ini, Baghaei menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama antar negara Muslim untuk membangun keamanan kolektif secara mandiri.

Perjanjian yang ditandatangani pada 7 Agustus di Makkah, Arab Saudi, telah mengukuhkan komitmen untuk menanggapi serangan terhadap salah satu pihak sebagai serangan terhadap ketiganya. Perjanjian ini dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan regional dan global, serta sebagai upaya mendorong koordinasi pertahanan di antara negara-negara berpenduduk Muslim.

Iran menyatakan terbuka untuk menjalin komunikasi dan konsultasi dengan ketiga negara tersebut, termasuk Turkiye yang dianggap sebagai tetangga strategis dan memiliki hubungan baik. Baghaei menegaskan bahwa kerja sama bilateral dan multilateral tetap menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas di kawasan, tanpa menimbulkan ketegangan yang tidak perlu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya