Iran: Perjanjian Makkah Bentuk Kerja Sama, Bukan Ancaman
Iran menegaskan tidak melihat Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah sebagai ancaman, melainkan sebagai langkah kolaborasi antar negara Muslim dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan secara tegas bahwa Teheran tidak memandang Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah sebagai bentuk ancaman. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers rutin di ibu kota Iran, menanggapi isu terkait kesepakatan pertahanan antara Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan. Baghaei menekankan bahwa tiga negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut merupakan mitra Muslim yang sering menghadapi ancaman, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama dari Israel.
Ia menyoroti bahwa negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah telah menyadari keterbatasan dalam mengandalkan keamanan dari Amerika Serikat, yang dinilai lebih fokus melindungi kepentingan Israel daripada menjamin stabilitas bagi sekutu regional. Dalam konteks ini, Baghaei menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama antar negara Muslim untuk membangun keamanan kolektif secara mandiri.
Perjanjian yang ditandatangani pada 7 Agustus di Makkah, Arab Saudi, telah mengukuhkan komitmen untuk menanggapi serangan terhadap salah satu pihak sebagai serangan terhadap ketiganya. Perjanjian ini dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan regional dan global, serta sebagai upaya mendorong koordinasi pertahanan di antara negara-negara berpenduduk Muslim.
Iran menyatakan terbuka untuk menjalin komunikasi dan konsultasi dengan ketiga negara tersebut, termasuk Turkiye yang dianggap sebagai tetangga strategis dan memiliki hubungan baik. Baghaei menegaskan bahwa kerja sama bilateral dan multilateral tetap menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas di kawasan, tanpa menimbulkan ketegangan yang tidak perlu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


