Iran: Perjanjian Pertahanan Tiga Negara Tak Ancam Keamanan
Iran menyatakan tidak melihat perjanjian pertahanan antara Saudi, Turki, dan Pakistan sebagai ancaman, menilai negara-negara Islam telah sadar akan keterbatasan keamanan dari AS yang fokus pada Israel.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa Teheran tidak memandang perjanjian kerja sama pertahanan trilateral antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sebagai ancaman terhadap kepentingan nasionalnya. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya regional untuk memperkuat stabilitas dan kemandirian strategis di tengah ketidakpastian keterlibatan kekuatan global.
Baghaei menyoroti bahwa negara-negara Islam di kawasan telah menyadari bahwa keamanan mereka tidak dapat dijamin secara penuh oleh Amerika Serikat. Menurutnya, prioritas utama Washington dalam hubungan internasional kini justru berfokus pada perlindungan kepentingan Israel, yang mengurangi kepercayaan terhadap komitmen AS dalam menjaga keamanan mitra regional.
Dalam pernyataannya, Baghaei menekankan bahwa Iran tetap mengusung prinsip non-klaim ancaman dan menolak mengkarakterisasi kebijakan strategis negara lain sebagai provokatif, selama tidak melanggar hukum internasional atau mengancam kedaulatan. Ia menekankan pentingnya dialog dan kerja sama regional yang bersifat inklusif dan berbasis kepentingan bersama.
Pernyataan ini menjadi respons terhadap dinamika keamanan regional yang semakin kompleks, di mana negara-negara Muslim mulai membangun mekanisme pertahanan kolektif sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan arah kebijakan luar negeri besar-besaran. Iran tetap menekankan pentingnya pendekatan damai dan diplomasi dalam menangani ketegangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

