Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Respons Serangan AS, Tegaskan Siap Hadapi Eskalasi

Iran menanggapi serangan terhadap pangkalan militer dengan balasan militer di tiga negara Teluk, menunjukkan kesiapan menghadapi eskalasi konflik yang dipicu kebijakan AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 01.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Respons Serangan AS, Tegaskan Siap Hadapi Eskalasi
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Iran secara tegas membalas serangan terhadap instalasi militernya dengan menargetkan posisi militer Amerika Serikat di Yordania, Bahrain, dan Kuwait. Aksi tersebut dilakukan meskipun Washington telah mengancam respons lebih dahsyat jika Teheran memilih balas dendam. Kebijakan balasan ini dianggap sebagai bentuk peringatan bahwa Iran tidak lagi menganggap diplomasi sebagai jalan utama penyelesaian ketegangan.

Mohammad Eslami, pakar studi Timur Tengah dan Afrika Utara dari Universitas Teheran, menyatakan bahwa Iran telah menilai bahwa Washington tidak memiliki niat serius untuk menyelesaikan krisis secara damai. Ia menekankan bahwa sikap AS yang konsisten mengancam dan mempertahankan kehadiran militer di kawasan justru memperkuat keyakinan Teheran bahwa diplomasi tidak lagi efektif sebagai alat menstabilkan hubungan.

Menurut Eslami, tahap awal konfrontasi telah mengungkap keterbatasan kemampuan militer AS dan Israel dalam menanggapi serangan balasan Iran. Ia menegaskan bahwa jika pihak Barat memilih kembali memicu perang skala penuh, Iran siap memberikan respons yang lebih intensif dan terukur. Kesiapan ini bukan sekadar ancaman, melainkan bagian dari strategi pertahanan yang telah dipersiapkan secara matang.

Iran menegaskan bahwa balasan militer bukan bentuk provokasi, melainkan respons terhadap agresi yang dilakukan secara terus-menerus. Dengan menunjukkan kapasitas balasan, Teheran ingin menegaskan bahwa negaranya tidak akan terus-menerus menjadi pihak yang hanya menerima serangan tanpa tanggapan. Tujuan utama aksi ini adalah untuk memaksa lawan berpikir ulang terhadap strategi yang diambil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya