Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania Balas Serangan di Larak

Korps Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang dua pangkalan militer AS di Yordania sebagai balasan atas serangan ke Pulau Larak, dengan menargetkan infrastruktur dan lokasi penempatan pesawat tempur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania Balas Serangan di Larak
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Senin (31/8), menanggapi serangan udara AS terhadap lokasi peluncur roket di Pulau Larak pada hari sebelumnya. Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal balistik yang mengarah pada pangkalan King Hussein dan Al Azraq, dengan tujuan menghancurkan fasilitas teknis dan area penempatan pesawat tempur. IRGC menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan respons terhadap agresi yang dianggap memicu ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan dari Amerika Serikat tidak akan mampu melemahkan kontrol Iran atas Selat Hormuz, sekaligus menegaskan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons yang lebih intensif. Pihak Iran menilai bahwa upaya AS untuk mengintervensi secara militer hanya akan memperburuk krisis regional, bukan menyelesaikannya. Serangan terhadap Larak dilakukan pada Minggu (30/8), dengan alasan bahwa IRGC sedang bersiap meluncurkan roket berpeluru kendali ke Selat Hormuz, menurut penilaian militer AS.

Serangan AS ke Pulau Larak terjadi pada Senin dini hari, menjadi yang pertama dalam sebulan terakhir, dan berlangsung di tengah upaya penurunan ketegangan yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir. Meski konflik sempat mereda, tindakan militer AS ini dianggap memicu eskalasi baru. IRGC pada hari yang sama mengutuk serangan tersebut sebagai bentuk intervensi ilegal yang melanggar kedaulatan wilayah Iran.

Pernyataan IRGC menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan kedaulatan nasional, dengan menegaskan bahwa setiap bentuk agresi akan diperhitungkan secara serius. Balasan serangan ke Yordania menjadi bukti bahwa Iran mampu merespons secara langsung terhadap ancaman militer dari kekuatan asing, meskipun berlokasi jauh dari wilayahnya. Kedua pangkalan yang diserang merupakan bagian dari jaringan logistik dan operasional militer AS di Timur Tengah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya