Iran Serang Pangkalan Udara Yordania, Klaim Hancurkan Drone AS
Iran melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer Yordania, menargetkan hanggar drone AS, dengan klaim sejumlah personel tewas dan infrastruktur rusak.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 02.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melakukan serangan rudal balistik besar-besaran terhadap Pangkalan Udara Prince Hassan di Yordania pada Rabu (2/9), menurut pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah Iran. Serangan ini ditujukan khusus pada fasilitas penyimpanan drone jarak jauh milik Amerika Serikat, khususnya model RQ-4 dan MQ-9, yang diduga menjadi basis operasional dalam misi pengintaian di wilayah konflik. IRGC menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas insiden sebelumnya yang menewaskan warga sipil di Sirik, Hormozgan.
Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim bahwa sejumlah drone milik AS telah hancur akibat serangan, sementara sejumlah personel penerbangan dan teknis Amerika Serikat dilaporkan tewas. Beberapa infrastruktur teknis di pangkalan juga terbakar akibat ledakan. Klaim tersebut disampaikan melalui saluran televisi resmi Iran, IRIB, tanpa disertai bukti visual atau konfirmasi langsung dari pihak Yordania atau Amerika Serikat.
IRGC menegaskan bahwa serangan terhadap pangkalan di Yordania merupakan bentuk pembalasan atas serangan udara AS terhadap sebuah perayaan pernikahan di Sirik, Provinsi Hormozgan, yang menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, serta melukai sejumlah lainnya. Menurut mereka, serangan tersebut mengenai sekitar 70 tamu dan merupakan bentuk balas dendam atas kerugian yang diderita kelompok pro-Iran.
Pihak Amerika Serikat dan Yordania belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim Iran. Namun, serangan ini memperkuat tren penggunaan serangan balistik terhadap fasilitas militer AS di wilayah Timur Tengah, terutama di area yang dianggap strategis. IRGC sebelumnya juga telah menyatakan berhasil menyerang drone MQ-9 milik AS di lokasi yang sama, menunjukkan konsistensi dalam pendekatan operasional terhadap target militer asing.
Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi terbaru dalam konflik regional yang melibatkan Iran dan sekutu-sekutu AS di Timur Tengah. Kekuatan militer Iran terus menunjukkan kapasitas untuk menargetkan fasilitas udara di negara-negara yang menjadi mitra keamanan AS, dengan tujuan menekan kehadiran militer Barat di kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


