Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Serang Pangkalan Udara Yordania, Klaim Hancurkan Drone AS

Iran melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer Yordania, menargetkan hanggar drone AS, dengan klaim sejumlah personel tewas dan infrastruktur rusak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 02.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Serang Pangkalan Udara Yordania, Klaim Hancurkan Drone AS
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melakukan serangan rudal balistik besar-besaran terhadap Pangkalan Udara Prince Hassan di Yordania pada Rabu (2/9), menurut pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah Iran. Serangan ini ditujukan khusus pada fasilitas penyimpanan drone jarak jauh milik Amerika Serikat, khususnya model RQ-4 dan MQ-9, yang diduga menjadi basis operasional dalam misi pengintaian di wilayah konflik. IRGC menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas insiden sebelumnya yang menewaskan warga sipil di Sirik, Hormozgan.

Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim bahwa sejumlah drone milik AS telah hancur akibat serangan, sementara sejumlah personel penerbangan dan teknis Amerika Serikat dilaporkan tewas. Beberapa infrastruktur teknis di pangkalan juga terbakar akibat ledakan. Klaim tersebut disampaikan melalui saluran televisi resmi Iran, IRIB, tanpa disertai bukti visual atau konfirmasi langsung dari pihak Yordania atau Amerika Serikat.

IRGC menegaskan bahwa serangan terhadap pangkalan di Yordania merupakan bentuk pembalasan atas serangan udara AS terhadap sebuah perayaan pernikahan di Sirik, Provinsi Hormozgan, yang menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, serta melukai sejumlah lainnya. Menurut mereka, serangan tersebut mengenai sekitar 70 tamu dan merupakan bentuk balas dendam atas kerugian yang diderita kelompok pro-Iran.

Pihak Amerika Serikat dan Yordania belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim Iran. Namun, serangan ini memperkuat tren penggunaan serangan balistik terhadap fasilitas militer AS di wilayah Timur Tengah, terutama di area yang dianggap strategis. IRGC sebelumnya juga telah menyatakan berhasil menyerang drone MQ-9 milik AS di lokasi yang sama, menunjukkan konsistensi dalam pendekatan operasional terhadap target militer asing.

Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi terbaru dalam konflik regional yang melibatkan Iran dan sekutu-sekutu AS di Timur Tengah. Kekuatan militer Iran terus menunjukkan kapasitas untuk menargetkan fasilitas udara di negara-negara yang menjadi mitra keamanan AS, dengan tujuan menekan kehadiran militer Barat di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya