Iran Siap Penuhi MoU Jika AS Kembali Berkomitmen
Presiden Iran menegaskan kesiapan Teheran memenuhi kewajiban MoU perdamaian jika AS kembali menunjukkan komitmen, sambil menolak tudingan dan mengutuk agresi militer sebagai ilegal.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya tetap siap melaksanakan kewajiban dalam nota kesepahaman perdamaian dengan Amerika Serikat, asalkan Washington menunjukkan komitmen yang tulus dan konsisten. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Bishkek, ibu kota Kirgizstan, pada sidang tingkat tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) 2026. Pezeshkian menekankan bahwa tekanan dan ancaman militer tidak dapat lagi menjadi alat diplomasi yang sah dalam hubungan internasional.
Ia menyoroti serangan AS dan Israel yang menewaskan tokoh tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi sebelumnya, serta sejumlah komandan dan warga sipil, sebagai bentuk agresi tanpa dasar hukum. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan secara moral maupun hukum. Pezeshkian juga menekankan penolakan terhadap kebijakan unilateralisme, sanksi eksternal, dan pendekatan paksaan, seraya menyerukan penguatan kerja sama multilateral dan regional sebagai jalan keluar dari krisis.
Hubungan strategis antara Iran dan Rusia, menurut Pezeshkian, berada pada tingkat yang sangat baik, didukung oleh solidaritas Moskow dalam berbagai isu geopolitik. Putin, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan keprihatinan atas persistensi ketegangan di kawasan dan menyatakan harapan bahwa perundingan antara AS dan Iran dapat menghasilkan kesepakatan nyata. Ia menegaskan komitmen Rusia untuk memperdalam kerja sama dengan Iran di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan keamanan.
Pernyataan ini disusul oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang membantah klaim AS terkait serangan terhadap Pulau Larak, menyebutnya sebagai kebohongan. Ia juga menolak tudingan bahwa Iran sedang bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz, serta menekankan bahwa narasi Washington tentang pengembangan senjata nuklir oleh Iran adalah bagian dari pola penciptaan alasan untuk membenarkan tindakan agresif.
Perundingan antara AS dan Iran yang diawali dengan penandatanganan MoU pada 18 Juni 2026, ditargetkan menyelesaikan konflik dalam periode 60 hari, berakhir pada 17 Agustus. Namun, eskalasi militer yang terus berlangsung, termasuk serangan gabungan Israel-AS pada 28 Februari terhadap wilayah Iran, membuat masa depan perundingan tetap tidak pasti. Iran tetap menegaskan bahwa kesiapannya untuk berdialog tergantung pada keberpihakan AS terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan keadilan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

