Israel Perluas Kurikulum Zionis untuk 45 Ribu Siswa Palestina di Yerusalem
Pemerintah Yerusalem melaporkan peningkatan drastis jumlah siswa Palestina di kota yang diduduki yang wajib mengikuti kurikulum Israel, mencapai lebih dari 45.000 siswa pada tahun ajaran 2026-2027.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Yerusalem mengungkapkan adanya eskalasi serius dalam penerapan kurikulum pendidikan Israel terhadap siswa Palestina di wilayah yang diduduki. Kebijakan ini, yang mulai berlaku pada awal tahun ajaran 2026-2027, menargetkan siswa kelas satu dan tujuh di 105 sekolah resmi yang berada di bawah otoritas kota pendudukan. Penerapan ini menandai perluasan signifikan dari kebijakan sebelumnya yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Juru bicara pemerintah provinsi, Marouf al-Rifai, menyebut tindakan ini sebagai bentuk intervensi sistematis yang belum pernah terjadi sejak 1967, dengan tujuan mengubah identitas sejarah dan kesadaran kolektif generasi muda Palestina. Ia menekankan bahwa langkah tersebut bukan sekadar perubahan akademik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengendalikan institusi pendidikan Palestina melalui kendali administratif dan pemotongan akses terhadap pendanaan.
Berdasarkan data yang dikutip dari media Israel Haaretz, sebanyak 39.363 siswa Palestina akan mengikuti kurikulum Israel di sekolah-sekolah resmi, sementara 5.085 siswa lainnya berada dalam kategori lembaga yang diakui tetapi tidak resmi. Total keseluruhan siswa Palestina yang terdampak mencapai lebih dari 45.000 orang, atau sekitar 38 persen dari total siswa di Yerusalem Timur yang diduduki, yang jumlahnya mendekati 120.000.
Peningkatan jumlah siswa yang terkena kurikulum Israel terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2020-2021, hanya 10.347 siswa yang terdampak, naik menjadi 19.402 pada 2024-2025, dan mencapai 27.041 pada 2025-2026. Hanya dalam waktu sekitar 15 tahun, jumlah ini meningkat dari beberapa ratus siswa menjadi lebih dari dua puluh ribu. Perubahan ini menunjukkan transformasi besar dalam pendekatan pendidikan yang dilakukan oleh otoritas pendudukan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


