Kemenko Pangan Perkuat Sinkronisasi Program Prioritas Nasional
Kemenko Pangan memastikan lima program prioritas Presiden berjalan efektif melalui koordinasi lintas sektor dan penataan regulasi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan kini berperan sebagai penjamin terlaksananya lima program strategis yang menjadi fokus pemerintahan. Dengan melibatkan enam kementerian dan lembaga, upaya ini ditujukan untuk mencapai target nasional melalui pendekatan koordinatif, bukan intervensi teknis. Fokus utama adalah memastikan seluruh kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah berjalan selaras dan tidak tumpang tindih.
Koordinasi ini dilakukan secara intensif, terutama dalam mengatasi hambatan regulasi dan implementasi lapangan yang kerap menghambat laju program. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa peran utamanya bukan menjalankan program secara langsung, melainkan memastikan semua pihak terlibat berjalan seirama. Hal ini diperlukan mengingat kompleksitas dan multi-sektor yang terlibat dalam setiap program prioritas.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan ketahanan pangan nasional. Upaya ini mencakup penyederhanaan aturan distribusi pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi, serta penyesuaian harga pembelian gabah yang lebih menguntungkan petani. Program pembangunan sawah baru dan penggunaan varietas unggul diharapkan mampu meningkatkan produksi padi secara signifikan pada 2027, seiring selesainya infrastruktur pendukung.
Di sektor perikanan, pemerintah mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang menyediakan infrastruktur seperti cold storage, balai lelang, dan pabrik es. Tujuannya agar nelayan tidak lagi tergantung pada tengkulak dan bisa menjual hasil tangkapan dengan harga lebih adil. Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong tumbuh sebagai pusat distribusi pupuk, LPG 3 kg, bantuan sosial, dan pangan, sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi di desa.
Program Waste to Energy dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) juga terus dipercepat. Waste to Energy bertujuan mengatasi masalah tempat pembuangan akhir dengan mengubah sampah menjadi energi, sementara SRUK menjadi dasar perdagangan karbon nasional yang terintegrasi secara global. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkuat melalui evaluasi sistem pendataan dan pengawasan untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan efisien.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


