Kesepakatan Minyak 25 Tahun Antar Venezuela dan AS Diumumkan
Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan kerja sama energi berjangka panjang dengan AS yang bertujuan menaikkan produksi minyak hingga 1,5 juta barel per hari dan menjamin kedaulatan sumber daya alam.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan secara resmi kesepakatan energi jangka panjang dengan Amerika Serikat yang berlaku selama 25 tahun. Dalam pidato malam hari, ia menyebut perjanjian ini sebagai langkah penting dalam pemulihan ekonomi nasional, dengan fokus pada peningkatan produksi minyak mentah ke level 1,5 juta barel per hari. Kesepakatan ini, menurut Rodriguez, tidak mengorbankan kedaulatan negara atas sumber daya alam strategis yang dimilikinya.
Perjanjian bilateral mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis, dengan rencana penambahan delapan blok migas baru (greenfield) sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang. Target produksi awal tersebut, menurut Rodriguez, hanya bagian dari rencana lebih luas yang bertujuan membangkitkan kembali industri energi yang sempat terpuruk akibat kurangnya investasi, kebijakan keliru, dan sanksi internasional. Ia menegaskan bahwa semua kegiatan akan dilakukan dalam kerangka kerja sama yang menghargai hak dan kontrol penuh atas sumber daya alam negara.
Rodriguez menyatakan bahwa kesepakatan ini berpotensi menghasilkan pendapatan hingga 209 miliar dolar AS—setara 3.711,2 triliun rupiah—dengan asumsi harga minyak sebesar 65 dolar AS per barel. Dari total pendapatan tersebut, sekitar 19 dolar AS per barel, atau sekitar 337 ribu rupiah, akan langsung mengalir ke kas negara. Ia mengakui fluktuasi harga global dapat memengaruhi realisasi pendapatan, namun tetap menekankan bahwa kerja sama ini akan menjadi fondasi stabilitas ekonomi jangka panjang.
Pada hari yang sama, demonstrasi massa mendukung pemerintah berlangsung di pusat kota Caracas, menandakan ketegangan terhadap kehadiran AS di wilayah tersebut. Namun, pejabat Venezuela menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian akan dilakukan dalam pekan depan, dengan partisipasi sejumlah perusahaan asing, termasuk Chevron, yang dikabarkan telah menyelesaikan pembicaraan untuk mengalihkan operasinya ke kerangka kerja sama baru.
Rodriguez menegaskan bahwa meskipun memanfaatkan modal, teknologi, dan kapasitas operasional dari mitra asing, kedaulatan atas sumber daya alam tetap berada di tangan pemerintah Venezuela. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bukan bentuk pengambilalihan, melainkan kolaborasi strategis untuk memulihkan industri energi yang kritis bagi keberlangsungan ekonomi negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

