Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kesepakatan Minyak 25 Tahun Antar Venezuela dan AS Diumumkan

Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan kerja sama energi berjangka panjang dengan AS yang bertujuan menaikkan produksi minyak hingga 1,5 juta barel per hari dan menjamin kedaulatan sumber daya alam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kesepakatan Minyak 25 Tahun Antar Venezuela dan AS Diumumkan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan secara resmi kesepakatan energi jangka panjang dengan Amerika Serikat yang berlaku selama 25 tahun. Dalam pidato malam hari, ia menyebut perjanjian ini sebagai langkah penting dalam pemulihan ekonomi nasional, dengan fokus pada peningkatan produksi minyak mentah ke level 1,5 juta barel per hari. Kesepakatan ini, menurut Rodriguez, tidak mengorbankan kedaulatan negara atas sumber daya alam strategis yang dimilikinya.

Perjanjian bilateral mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis, dengan rencana penambahan delapan blok migas baru (greenfield) sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang. Target produksi awal tersebut, menurut Rodriguez, hanya bagian dari rencana lebih luas yang bertujuan membangkitkan kembali industri energi yang sempat terpuruk akibat kurangnya investasi, kebijakan keliru, dan sanksi internasional. Ia menegaskan bahwa semua kegiatan akan dilakukan dalam kerangka kerja sama yang menghargai hak dan kontrol penuh atas sumber daya alam negara.

Rodriguez menyatakan bahwa kesepakatan ini berpotensi menghasilkan pendapatan hingga 209 miliar dolar AS—setara 3.711,2 triliun rupiah—dengan asumsi harga minyak sebesar 65 dolar AS per barel. Dari total pendapatan tersebut, sekitar 19 dolar AS per barel, atau sekitar 337 ribu rupiah, akan langsung mengalir ke kas negara. Ia mengakui fluktuasi harga global dapat memengaruhi realisasi pendapatan, namun tetap menekankan bahwa kerja sama ini akan menjadi fondasi stabilitas ekonomi jangka panjang.

Pada hari yang sama, demonstrasi massa mendukung pemerintah berlangsung di pusat kota Caracas, menandakan ketegangan terhadap kehadiran AS di wilayah tersebut. Namun, pejabat Venezuela menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian akan dilakukan dalam pekan depan, dengan partisipasi sejumlah perusahaan asing, termasuk Chevron, yang dikabarkan telah menyelesaikan pembicaraan untuk mengalihkan operasinya ke kerangka kerja sama baru.

Rodriguez menegaskan bahwa meskipun memanfaatkan modal, teknologi, dan kapasitas operasional dari mitra asing, kedaulatan atas sumber daya alam tetap berada di tangan pemerintah Venezuela. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bukan bentuk pengambilalihan, melainkan kolaborasi strategis untuk memulihkan industri energi yang kritis bagi keberlangsungan ekonomi negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya