Kolaborasi Kemenko Pangan dan Unpatti Dorong Kesejahteraan Nelayan Maluku
Pemerintah memperkuat kampung nelayan melalui kerja sama strategis dengan Unpatti untuk tingkatkan daya tawar dan kesejahteraan nelayan di Maluku.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 02.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan kini menjajaki kerja sama dengan Universitas Pattimura guna mempercepat pengembangan kampung nelayan sebagai bentuk strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Maluku. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam memastikan program ketahanan pangan sektor perikanan berjalan efektif dan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal. Ia menyebut Unpatti sebagai salah satu institusi unggulan yang dapat menjadi mitra strategis dalam transformasi ekonomi pesisir.
Dalam kunjungannya ke Ambon, dia menyoroti kondisi nilai tukar nelayan (NTN) yang saat ini berada di angka sekitar 103, jauh di bawah nilai tukar petani yang mencapai sekitar 127. Target pemerintah adalah menaikkan NTN menjadi 120 pada akhir 2027. Untuk mencapai hal itu, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan fasilitas pendukung dan penguatan sistem rantai nilai.
Kampung nelayan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pusat ekonomi berkelanjutan yang dilengkapi balai lelang, cold storage, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), bengkel perbaikan kapal, serta infrastruktur pendukung lainnya. Fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, khususnya, menjadi kunci untuk mengurangi tekanan menjual ikan secara mendadak saat pasokan melimpah, sehingga nelayan bisa memilih waktu penjualan yang lebih menguntungkan.
Pemerintah menilai potensi kelautan dan perikanan di wilayah kepulauan seperti Maluku, NTT, dan Maluku Utara sangat besar, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif dengan lembaga akademik. Penguatan kelembagaan, teknologi pengolahan dan penyimpanan, serta pengembangan ekonomi pesisir berbasis blue carbon menjadi fokus utama. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan kampung nelayan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026

Nusron: 87,52% Lahan Sawah Nasional Sudah Dilindungi
Pemerintah mencapai 87,52% penetapan lahan pertanian berkelanjutan, melampaui target nasional, meski Banten dan Bali masih menghadapi tekanan alih fungsi sawah ke industri dan pariwisata.
9 September 2026
Berita Lainnya

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


