Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kolaborasi Tiga Negara ASEAN Dorong Wisata Lintas Batas

Vietnam, Laos, dan Kamboja memperkuat kerja sama pariwisata melalui konsep satu perjalanan ke tiga destinasi dalam periode 2026–2028.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kolaborasi Tiga Negara ASEAN Dorong Wisata Lintas Batas
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tiga negara di kawasan Asia Tenggara—Vietnam, Laos, dan Kamboja—menggagas inisiatif kolaboratif pariwisata dengan konsep "Satu Perjalanan, Tiga Tujuan". Inisiatif ini bertujuan menciptakan jalur wisata lintas batas yang menghubungkan destinasi budaya, alam, dan sejarah di ketiga negara dalam satu rangkaian perjalanan. Rencana ini dibahas dalam Konferensi Menteri Pariwisata pertama yang diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 26 Agustus 2026.

Pemerintah ketiga negara sepakat mengembangkan kerja sama selama tiga tahun ke depan, dengan fokus pada enam prioritas utama: pengembangan produk wisata bersama, promosi terpadu, peningkatan konektivitas transportasi, kerja sama antara sektor publik dan swasta, pariwisata berkelanjutan, serta pertukaran pengalaman antarpejabat. Tujuannya adalah memperluas manfaat ekonomi, memperpanjang durasi kunjungan wisatawan, serta memperkuat daya saing wilayah dalam menarik kunjungan internasional.

Beberapa destinasi kunci yang akan menjadi bagian dari rute lintas batas antara lain Ho Chi Minh City di Vietnam, Phnom Penh dan Siem Reap di Kamboja, serta Luang Prabang di Laos. Dalam rute tersebut, wisatawan dapat menikmati kompleks Angkor di Siem Reap dan kawasan bersejarah Luang Prabang, yang merupakan warisan budaya dunia. Meski konsep telah disepakati, belum ada jalur resmi yang ditetapkan, karena proses pengembangan produk dan infrastruktur masih berlangsung.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menjadi salah satu pendorong utama kolaborasi ini. Pada 2025, ketiga negara menerima 31,3 juta wisatawan asing, naik 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di kuartal pertama 2026, jumlah kunjungan mencapai 16,6 juta wisatawan asing, ditambah 1,6 juta wisatawan dari dalam kawasan. Peningkatan ini menunjukkan potensi besar yang bisa dimaksimalkan melalui integrasi destinasi dan fasilitas perjalanan lintas negara.

Konferensi berikutnya akan digelar pada 2027 di Laos, sebagai langkah lanjutan untuk mengevaluasi progres dan memperkuat sinergi. Dengan pendekatan terpadu dan berkelanjutan, kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama regional yang dapat direplikasi di wilayah lain di Asia Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya