Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komisi IX Tekankan Konsistensi Target dan Transparansi Anggaran MBG 2027

Komisi IX DPR RI menekankan konsistensi target penerima dan transparansi anggaran MBG 2027 sebesar Rp240,2 triliun demi tercapainya pemenuhan gizi nasional secara akuntabel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Komisi IX Tekankan Konsistensi Target dan Transparansi Anggaran MBG 2027📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Komisi IX DPR RI mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjaga konsistensi dalam penetapan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027, seiring dengan pengalokasian anggaran mencapai Rp240,2 triliun. Anggota Komisi IX, Irma Suryani Chaniago, menegaskan dukungan terhadap anggaran tersebut hanya jika disertai dengan transparansi biaya per penerima, kesiapan infrastruktur layanan gizi, serta sistem pengawasan yang mendukung akuntabilitas dan audit yang utuh. Ia menyoroti ketidakselarasan antara penurunan target penerima dari 74 juta (2026) menjadi 72 juta (2027), sementara pagu anggaran justru meningkat dari Rp218 triliun ke Rp232 triliun, yang menimbulkan pertanyaan terhadap efisiensi dan keberlanjutan program.

Ia menyoroti belum adanya kejelasan biaya per porsi yang diterapkan BGN, meskipun sebelumnya disebutkan anggaran Rp15 ribu per porsi. Namun, data lapangan menunjukkan bahwa sejumlah daerah masih menyediakan makanan dengan nilai di bawah anggaran tersebut. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, karena makan bergizi seharusnya bukan sekadar memenuhi rasa kenyang, melainkan memenuhi standar nutrisi yang sesuai. Ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang jelas mengenai harga, kualitas, dan distribusi pangan agar masyarakat memahami secara utuh nilai dari anggaran yang digunakan.

BGN menjawab dengan menyatakan bahwa anggaran tahun 2027 dirancang untuk menjangkau 72,4 juta penerima, meliputi anak usia PAUD hingga SMA serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Anggaran sebesar Rp240,2 triliun berasal dari Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas, dengan rincian Rp232,8 triliun untuk program pemenuhan gizi nasional dan Rp7,32 triliun untuk dukungan manajemen. Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki tata kelola program bersama dukungan moril dari Komisi IX demi mencapai tujuan nasional dalam peningkatan gizi.

Dalam rinciannya, alokasi anggaran untuk penyaluran MBG kepada anak sekolah sebesar Rp198,9 miliar, sementara untuk sasaran 3B dialokasikan sebesar Rp33,5 triliun. BGN juga menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data, BGN berharap dapat menjadikan MBG sebagai program strategis dalam memperbaiki status gizi anak dan ibu di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya