Korea Selatan Jadi Pusat Baru Mikrodrama Global
Industri hiburan Korea mulai fokus pada produksi mikrodrama dengan durasi singkat dan narasi intens, menyesuaikan perilaku penonton modern yang menginginkan kepuasan instan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Korea Selatan kini menunjukkan ambisi besar dalam pengembangan mikrodrama, bentuk konten sinematik berdurasi pendek yang kini menjadi tren global. Dengan permintaan yang terus meningkat, produser dan sineas mulai mengalokasikan sumber daya untuk menciptakan karya-karya vertikal yang dirancang khusus untuk layanan streaming dan media sosial. Meski sebelumnya dominan dikuasai oleh konten impor dari China sejak 2018, kini pasar lokal mulai tumbuh pesat, didorong oleh kebiasaan menonton yang berubah drastis.
Pertumbuhan ini terlihat jelas dari penyelenggaraan Bucheon International Fantastic Film Festival 2026 yang menyediakan segmen khusus bertajuk Platform Special Screening: Short-form Cinema. Di sana, karya-karya seperti *My Father's Table* karya Lee Joon-ik, *Lovely Death*, dan *WIND UP: THE MOVIE* diputar sebagai representasi evolusi narasi pendek. Lee Joon-ik, sutradara terkenal lewat *The King and the Clown*, mengadaptasi karya webtoon dari Lezhin Comics, menekankan bahwa durasi maksimal dua menit telah menjadi batas ideal untuk mempertahankan perhatian penonton modern.
Survei dari Korea Creative Content Agency tahun 2025 menunjukkan bahwa 58,6 persen responden mengonsumsi konten pendek secara rutin, menunjukkan pergeseran perilaku menonton yang mendalam. Di sisi ekonomi, mikrodrama menawarkan efisiensi biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan produksi drama tradisional. Bayaran aktor dalam proyek mikrodrama berkisar antara 300 ribu hingga 5 juta won per episode, jauh lebih rendah dibandingkan 300 juta won per episode untuk drama utama di platform global.
Profesor Yun Suk-jin dari Universitas Nasional Chungnam menilai bahwa penurunan produksi film dan serial televisi tradisional mendorong munculnya mikrodrama sebagai alternatif yang menjanjikan. Ia menyebut bahwa audiens baru, yang terbiasa dengan konten berdurasi pendek, telah membuka ruang pasar yang lebih luas. Selain itu, mikrodrama memberi ruang lebih besar bagi kreator untuk mengeksplorasi tema-tabu dan intensitas cerita yang sulit diwujudkan dalam format tradisional.
Kemampuan kreator untuk bereksperimen dengan berbagai genre—bukan hanya romansa atau balas dendam—menjadi daya tarik utama. Beberapa produser bahkan mulai menghadirkan cerita pertumbuhan remaja bertema olahraga dengan bintang K-pop sebagai pemeran utama. Dengan dukungan ekosistem webtoon yang kuat, kualitas penyutradaraan sinematik, dan daya tarik bintang, mikrodrama Korea diproyeksikan bisa tumbuh menjadi industri berdampak global dalam lima tahun ke depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


