Lebih 3.800 Anak Diselamatkan dari Kerja Anak di India
Pemerintah India berhasil menyelamatkan lebih dari 3.800 anak di bawah 14 tahun dari praktik kerja anak dalam kampanye nasional selama dua setengah bulan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kampanye nasional anti pekerja anak yang digelar pemerintah pusat India berhasil menyelamatkan lebih dari 3.800 anak berusia di bawah 14 tahun dalam periode 12 Juni hingga 31 Agustus. Langkah ini dilakukan sebagai respons sistematis terhadap praktik eksploitasi anak yang masih marak di berbagai wilayah. Setiap anak yang diselamatkan ditemukan dalam kondisi bekerja di sektor informal tanpa jaminan hak dasar, termasuk akses pendidikan dan perlindungan sosial.
Sebanyak lebih dari 575 laporan resmi telah diserahkan ke aparat kepolisian terkait dugaan pelanggaran hukum terhadap anak-anak yang dipaksa bekerja. Langkah hukum ini merupakan bagian dari upaya sistemik untuk menindak tegas pelaku dan mencegah perluasan praktik eksploitasi. Undang-Undang Pekerja Anak dan Remaja yang berlaku di India secara tegas melarang pekerjaan anak di bawah usia 14 tahun, dengan pengecualian hanya untuk sektor tertentu yang diatur secara ketat.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pengembangan Anak India menekankan keterlibatan penuh seluruh pemerintah daerah dalam pendeteksian, penyelamatan, dan proses rehabilitasi anak-anak korban. Koordinasi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap anak yang diselamatkan mendapatkan layanan kesehatan, psikososial, serta akses ke sistem pendidikan formal. Upaya ini juga mencakup pencegahan risiko perdagangan manusia dan eksploitasi berulang.
NCPCR turut memperkuat kampanye melalui sosialisasi massal di media sosial dan platform digital komersial. Pesan utama yang disebarkan menekankan pentingnya pelaporan dini, perlindungan anak, serta integrasi kembali ke lingkungan pendidikan dan keluarga. Kampanye ini bukan hanya soal penyelamatan, tetapi juga penguatan sistem perlindungan anak secara berkelanjutan di tingkat nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


