Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lebih 3.800 Anak Diselamatkan dari Kerja Anak di India

Pemerintah India berhasil menyelamatkan lebih dari 3.800 anak di bawah 14 tahun dari praktik kerja anak dalam kampanye nasional selama dua setengah bulan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lebih 3.800 Anak Diselamatkan dari Kerja Anak di India
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kampanye nasional anti pekerja anak yang digelar pemerintah pusat India berhasil menyelamatkan lebih dari 3.800 anak berusia di bawah 14 tahun dalam periode 12 Juni hingga 31 Agustus. Langkah ini dilakukan sebagai respons sistematis terhadap praktik eksploitasi anak yang masih marak di berbagai wilayah. Setiap anak yang diselamatkan ditemukan dalam kondisi bekerja di sektor informal tanpa jaminan hak dasar, termasuk akses pendidikan dan perlindungan sosial.

Sebanyak lebih dari 575 laporan resmi telah diserahkan ke aparat kepolisian terkait dugaan pelanggaran hukum terhadap anak-anak yang dipaksa bekerja. Langkah hukum ini merupakan bagian dari upaya sistemik untuk menindak tegas pelaku dan mencegah perluasan praktik eksploitasi. Undang-Undang Pekerja Anak dan Remaja yang berlaku di India secara tegas melarang pekerjaan anak di bawah usia 14 tahun, dengan pengecualian hanya untuk sektor tertentu yang diatur secara ketat.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pengembangan Anak India menekankan keterlibatan penuh seluruh pemerintah daerah dalam pendeteksian, penyelamatan, dan proses rehabilitasi anak-anak korban. Koordinasi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap anak yang diselamatkan mendapatkan layanan kesehatan, psikososial, serta akses ke sistem pendidikan formal. Upaya ini juga mencakup pencegahan risiko perdagangan manusia dan eksploitasi berulang.

NCPCR turut memperkuat kampanye melalui sosialisasi massal di media sosial dan platform digital komersial. Pesan utama yang disebarkan menekankan pentingnya pelaporan dini, perlindungan anak, serta integrasi kembali ke lingkungan pendidikan dan keluarga. Kampanye ini bukan hanya soal penyelamatan, tetapi juga penguatan sistem perlindungan anak secara berkelanjutan di tingkat nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya