Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Diminta Siapkan Diri Jadi Pemimpin Indonesia Emas 2045

Kapolri mengajak mahasiswa UMSU mengasah kemampuan, karakter, dan adaptasi untuk kontribusi nyata menuju visi Indonesia Emas 2045.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.40 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Mahasiswa Diminta Siapkan Diri Jadi Pemimpin Indonesia Emas 2045📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya persiapan generasi muda dalam menghadapi transformasi global yang pesat. Dalam kuliah umum di hadapan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, ia menegaskan bahwa tahun 2045 bukan sekadar target waktu, melainkan momen penting di mana mahasiswa akan menjadi pemimpin bangsa. Ia menyeru agar seluruh mahasiswa tidak hanya menyerap ilmu, tetapi juga mampu membaca dinamika sosial, teknologi, dan geopolitik untuk membangun solusi nyata.

Menurutnya, kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, serta perubahan ekonomi dan sosial menuntut kesiapan tinggi dari generasi muda. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya pendidikan yang seimbang dengan pembentukan karakter dan integritas. Mahasiswa, kata dia, harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang, terutama di bidang kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.

Kapolri juga mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak dan produktif. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif berinovasi, serta berkontribusi dalam program pembangunan sesuai keahlian masing-masing. Di lingkungan kampus, mahasiswa diminta menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi secara utuh—menekuni pendidikan, melakukan penelitian, dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, mereka diharapkan menjadi penjaga keamanan dan ketertiban kampus dengan menolak narkoba, kekerasan, perundungan, intoleransi, dan segala bentuk tindakan yang mengancam persatuan.

Dalam acara yang diikuti 6.027 mahasiswa baru, Kapolri menyoroti potensi bonus demografi yang akan mencapai puncak pada 2030–2035. Momentum ini, menurutnya, hanya akan bermanfaat jika didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan berjiwa kepemimpinan. Ia menekankan bahwa perubahan bukan hanya tantangan, tetapi juga kesempatan untuk tumbuh, berkreasi, dan mengambil peran dalam membangun masa depan Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya