Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Unpatti Diminta Jadi Solusi Kebijakan Pangan Nasional

Menteri Koordinator Pangan dorong mahasiswa Unpatti tingkatkan kualitas SDM dan aktif berperan dalam perkuat ketahanan pangan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 02.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mahasiswa Unpatti Diminta Jadi Solusi Kebijakan Pangan Nasional
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Pangan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu mengkritisi dan menawarkan solusi atas tantangan bangsa. Dalam kuliah umum di Universitas Pattimura, ia menekankan bahwa kampus harus menjadi ruang diskusi terbuka, di mana mahasiswa didorong untuk memahami akar persoalan dan berpikir kritis terhadap kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa kecepatan respons terhadap isu nasional menjadi kunci, terutama dalam sektor pangan yang menyangkut kehidupan jutaan rakyat.

Ia menyoroti peran strategis universitas dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa Unpatti—yang diakui sebagai salah satu kampus terbaik di wilayah timur Indonesia—harus menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi dan solusi nyata. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, dengan menyadari bahwa petani, nelayan, dan peternak bukan sekadar pelaku ekonomi, melainkan bagian dari masyarakat yang perlu dilindungi dan diperhatikan.

Ketergantungan terhadap impor pangan, menurutnya, berpotensi merugikan petani lokal yang kesulitan bersaing dengan produk impor. Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan pendidikan sebagai wadah pengembangan kemampuan analitis sekaligus membangun kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa solusi berkelanjutan harus lahir dari kajian ilmiah, bukan sekadar kebijakan yang bersifat sementara.

Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan komitmen kampus untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia menyebut adanya Marine Station seluas 12 hektare di Desa Hila yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti kolam pembenihan, keramba jaring apung, cold storage, dan pabrik es—meski saat ini belum beroperasi secara optimal. Fasilitas tersebut, menurutnya, dapat menjadi basis riset dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan jika didukung dengan peningkatan kapasitas dan pendanaan.

Ia menegaskan bahwa program pendidikan di Unpatti dirancang untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang siap membangun masa depan Indonesia, khususnya menuju Indonesia Emas 2045. Mahasiswa angkatan 2026, kata dia, memiliki potensi besar sebagai calon pemimpin bangsa, dan pendidikan selama empat tahun harus menanamkan kompetensi, kepedulian sosial, dan visi strategis. Dengan pendekatan “Bina Mulia Kelautan”, kampus berharap mampu mengintegrasikan riset, pendidikan, dan kemanfaatan langsung bagi masyarakat dalam menjawab tantangan pangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya