Mahasiswa Unpatti Diminta Jadi Solusi Kebijakan Pangan Nasional
Menteri Koordinator Pangan dorong mahasiswa Unpatti tingkatkan kualitas SDM dan aktif berperan dalam perkuat ketahanan pangan berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 02.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Pangan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu mengkritisi dan menawarkan solusi atas tantangan bangsa. Dalam kuliah umum di Universitas Pattimura, ia menekankan bahwa kampus harus menjadi ruang diskusi terbuka, di mana mahasiswa didorong untuk memahami akar persoalan dan berpikir kritis terhadap kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa kecepatan respons terhadap isu nasional menjadi kunci, terutama dalam sektor pangan yang menyangkut kehidupan jutaan rakyat.
Ia menyoroti peran strategis universitas dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa Unpatti—yang diakui sebagai salah satu kampus terbaik di wilayah timur Indonesia—harus menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi dan solusi nyata. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, dengan menyadari bahwa petani, nelayan, dan peternak bukan sekadar pelaku ekonomi, melainkan bagian dari masyarakat yang perlu dilindungi dan diperhatikan.
Ketergantungan terhadap impor pangan, menurutnya, berpotensi merugikan petani lokal yang kesulitan bersaing dengan produk impor. Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan pendidikan sebagai wadah pengembangan kemampuan analitis sekaligus membangun kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa solusi berkelanjutan harus lahir dari kajian ilmiah, bukan sekadar kebijakan yang bersifat sementara.
Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan komitmen kampus untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia menyebut adanya Marine Station seluas 12 hektare di Desa Hila yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti kolam pembenihan, keramba jaring apung, cold storage, dan pabrik es—meski saat ini belum beroperasi secara optimal. Fasilitas tersebut, menurutnya, dapat menjadi basis riset dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan jika didukung dengan peningkatan kapasitas dan pendanaan.
Ia menegaskan bahwa program pendidikan di Unpatti dirancang untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang siap membangun masa depan Indonesia, khususnya menuju Indonesia Emas 2045. Mahasiswa angkatan 2026, kata dia, memiliki potensi besar sebagai calon pemimpin bangsa, dan pendidikan selama empat tahun harus menanamkan kompetensi, kepedulian sosial, dan visi strategis. Dengan pendekatan “Bina Mulia Kelautan”, kampus berharap mampu mengintegrasikan riset, pendidikan, dan kemanfaatan langsung bagi masyarakat dalam menjawab tantangan pangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026

Nusron: 87,52% Lahan Sawah Nasional Sudah Dilindungi
Pemerintah mencapai 87,52% penetapan lahan pertanian berkelanjutan, melampaui target nasional, meski Banten dan Bali masih menghadapi tekanan alih fungsi sawah ke industri dan pariwisata.
9 September 2026
Berita Lainnya

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


