Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mentega Langsung Bukan Makanan, Ini Dampaknya pada Tubuh

Mengonsumsi mentega secara langsung dalam jumlah besar berisiko tingkatkan beban kardiovaskular dan gangguan pencernaan, sekalipun mengandung nutrisi tertentu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 09.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Mentega Langsung Bukan Makanan, Ini Dampaknya pada Tubuh📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tren makan mentega mentah atau dalam jumlah besar mulai viral di media sosial, menampilkan aksi mengonsumsi langsung dari wadah atau melapiskan tebal pada makanan lain. Padahal, kebiasaan ini justru menimbulkan risiko kesehatan serius, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu. Ahli gizi dari IPB University menegaskan bahwa mentega dan margarin adalah sumber lemak padat energi, dengan satu gram menghasilkan sekitar 9 kilokalori, sehingga konsumsi berlebihan dapat dengan cepat menaikkan asupan kalori harian secara signifikan.

Kandungan lemak dalam mentega cenderung dominan lemak jenuh, yang berbeda dari margarin lunak yang umumnya mengandung lebih banyak lemak tak jenuh. Peningkatan asupan lemak jenuh berulang dapat memicu peningkatan trigliserida dalam darah secara sementara, yang jika terjadi secara rutin berpotensi menyumbang pada gangguan profil lipid darah. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi penderita dislipidemia, diabetes, obesitas, atau riwayat penyakit jantung koroner dan batu empedu.

Secara pencernaan, makanan berlemak tinggi seperti mentega dapat memperlambat pengosongan lambung, menyebabkan rasa begah, mual, atau bahkan nyeri perut. Pada individu dengan gangguan kandung empedu, konsumsi makanan berlemak dapat memicu kontraksi kandung empedu yang berlebihan, sehingga menimbulkan rasa nyeri akut. Oleh karena itu, tidak disarankan mengonsumsi mentega secara langsung dalam jumlah besar, terlepas dari tren yang menarik perhatian di media sosial.

Ahli gizi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan gizi melalui asupan energi, protein, sayur, dan buah secara teratur, serta membatasi gula, garam, dan lemak jenuh. Meski mentega mengandung vitamin A, B12, serta sedikit vitamin D dan E, nutrisi tersebut juga dapat diperoleh dari sumber lain seperti telur, ikan, susu, dan sayuran hijau. Dengan demikian, mentega bukanlah makanan yang perlu dikonsumsi secara langsung atau berlebihan, dan tidak perlu terpengaruh oleh tren yang berpotensi merugikan kesehatan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya