Netanyahu Tegaskan Militer Tak Mundur dari Wilayah Gaza
Perdana Menteri Israel menegaskan tidak akan menarik pasukan dari area yang dikuasai, termasuk wilayah sekitar 60 persen Jalur Gaza, demi memastikan demiliterisasi dan pelucutan senjata Hamas.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan secara tegas bahwa pasukan militer negaranya tidak akan menarik diri dari wilayah yang kini dikuasai di sepanjang Jalur Gaza bagian utara. Kunjungan ke posisi militer di kawasan yang disebut "Garis Kuning" dilakukan pada 26 November 2023, didampingi Kepala Staf Militer Eyal Zamir dan komandan Komando Selatan. Ia menegaskan bahwa keberadaan militer Israel di area tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang tidak dapat dipertimbangkan untuk direvisi.
Netanyahu menekankan bahwa wilayah yang dikuasai Israel saat ini mencakup sekitar 60 persen dari total luas Jalur Gaza. Ia menyatakan niat untuk memperluas kendali lebih jauh, menandai komitmen penuh terhadap keamanan nasional. "Kami menguasai wilayah ini, dan kami tidak akan mundur. Kami akan tetap berada di garis ini," tegasnya dalam kunjungan tersebut, yang juga menjadi bagian dari evaluasi operasional dan keamanan di markas Divisi Gaza.
Tujuan utama dari kehadiran militer Israel, menurut Netanyahu, tetap pada pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi menyeluruh Gaza. Ia menyatakan bahwa meski sebagian besar tujuan telah tercapai, masih terdapat pekerjaan yang harus dilanjutkan untuk memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan Israel di masa depan. Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen pemerintah Israel terhadap pendekatan militer sebagai fondasi stabilitas wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu juga bertemu dengan anggota pasukan khusus Shin Bet yang terlibat dalam operasi penangkapan Mu’in Muhammad al-Arabid—sosok yang diidentifikasi sebagai pemimpin aparat keamanan internal Hamas di Gaza. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan intelijen dan penguatan strategi pencegahan ancaman.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

