Operasi Otak Pertama Dunia dengan Bantuan AI Sukses
Pasien asal Inggris berhasil menjalani operasi otak pertama di dunia dengan bantuan kecerdasan buatan untuk mengangkat tumor di kelenjar pituitari tanpa kehilangan penglihatan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 07.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Seorang pria berusia 48 tahun dari Inggris, Rhys Hibbert, menjadi orang pertama di dunia yang menjalani operasi otak dengan dukungan sistem kecerdasan buatan (AI) di University College London Hospital. Tumor berukuran 11 mm yang tumbuh pada kelenjar pituitari, organ vital di dasar tengkorak, mulai menekan saraf optiknya, memicu penurunan penglihatan perifer dan gejala seperti pusing berat serta kelelahan kronis. Tanpa intervensi, risiko kebutaan permanen menjadi nyata.
Operasi dilakukan melalui endoskopi yang dimasukkan melalui hidung, memungkinkan akses ke area yang sangat terbatas dan tersembunyi di bawah lapisan tulang dan membran keras. Karena anatomi otak setiap individu unik, identifikasi lokasi aman untuk pengangkatan tumor sangat kompleks. Komplikasi potensial mencakup kerusakan pembuluh darah utama dengan risiko 0,5% hingga 2% dan kegagalan mengangkat seluruh tumor hingga 50%. Di sinilah AI menjadi penentu utama.
Sistem AI yang dikembangkan oleh tim peneliti UCL secara real-time menganalisis tayangan video operasi, melacak pergerakan alat bedah, dan menandai area berisiko tinggi seperti pembuluh darah dan saraf penting. Dengan memanfaatkan ratusan video operasi yang telah dilabeli secara rinci, sistem ini mampu mengenali struktur anatomi kritis yang sering kali tersembunyi dari pandangan langsung. Hasilnya, dokter bisa mengambil keputusan lebih akurat dalam menentukan jalur pengangkatan tumor tanpa mengorbankan fungsi vital.
Hibbert, yang sebelumnya aktif berjalan tiga kilometer tiap istirahat makan siang, menyatakan bahwa operasi ini mengembalikan kualitas hidupnya secara signifikan. Dalam delapan minggu pascaoperasi, penglihatannya membaik secara bertahap, dan energi serta gejala kognitif sebelumnya menghilang. Ia menyebut teknologi ini sebagai “penyelamat hidup” yang memungkinkan dirinya kembali menikmati kehidupan sehari-hari, termasuk membantu istri membuat kopi—kebiasaan kecil yang berarti besar baginya.
Tim peneliti menegaskan bahwa AI bukan pengganti dokter, melainkan alat pendukung yang bekerja secara sinergis dengan keahlian manusia. Mereka berambisi mengembangkan sistem yang mirip ChatGPT untuk ahli bedah, yang bisa memberikan rekomendasi saat dibutuhkan namun tetap tunduk pada keputusan akhir dokter. Teknologi ini didanai oleh National Institute for Health and Care Research dan Google, dan kini sedang dipersiapkan untuk uji coba skala lebih besar. Menteri Inovasi Kesehatan Inggris menyambut baik hasil ini sebagai langkah maju dalam inovasi medis yang aman dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


