PACK Siapkan Rights Issue Rp8,2 T untuk Perluas Bisnis Nikel
Emiten milik Haji Isam, PACK, rencanakan rights issue senilai Rp8,2 triliun untuk akuisisi dua perusahaan nikel dan perkuat struktur modal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 39x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mengumumkan rencana penerbitan saham baru melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan nilai maksimal Rp8,19 triliun. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi perluasan bisnis di sektor pertambangan nikel, khususnya melalui akuisisi PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) dan Denway Development Limited (DDL). Dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran transaksi, pelunasan kewajiban keuangan, serta peningkatan modal kerja perusahaan dan anak usahanya.
Pemegang saham akan diberi kesempatan membeli maksimal 100 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Nilai tersebut dihitung berdasarkan kurs asumsi Rp17.703 per dolar AS hingga Agustus 2026. Transaksi akuisisi Bumanik ditargetkan senilai US$79 juta atau sekitar Rp1,40 triliun, dengan nilai pasar menurut penilaian KJPP Kusnanto & Rekan mencapai Rp1,439 triliun, yang dianggap wajar oleh lembaga penilai. Bumanik memiliki konsesi pertambangan seluas 4.778 hektare di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dan transaksi ini dikategorikan sebagai material karena mencapai 26,40 persen dari ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026.
Akuisisi DDL akan dilakukan dengan pembayaran US$324 juta atau sekitar Rp5,74 triliun dari Hanking (Indonesia) Mining Limited. Transaksi ini termasuk dalam kategori afiliasi karena memiliki pengendali akhir yang sama dengan PACK pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sebagai jaminan keberhasilan rights issue, PT Eco Energi Perkasa, pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 38,51 persen, menyatakan akan menjadi pembeli siaga dan menjamin pembelian saham yang tidak dimanfaatkan pemegang saham lainnya hingga nilai maksimal Rp7,40 triliun.
Pemegang saham minoritas signifikan, termasuk Haji Isam yang memiliki 20,05 persen saham, akan menghadapi risiko dilusi kepemilikan jika tidak menggunakan haknya. Perseroan memperkirakan penurunan proporsi kepemilikan akibat tidak melaksanakan HMETD bisa mencapai hingga 74,6 persen. Selain akuisisi, PACK juga mengusulkan perubahan kegiatan usaha dengan menambah kode KBLI 46721 untuk perdagangan bijih dan konsentrat logam, serta KBLI 70209 untuk jasa konsultasi manajemen dan bisnis. Tujuannya adalah pengelolaan terpadu yang lebih efisien bagi anak usaha.
Semua rencana, termasuk perubahan kegiatan usaha, akuisisi, penerbitan HMETD, dan pembelian saham DDL, akan diserahkan untuk persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 November 2026. Proses ini akan menentukan kelanjutan ekspansi strategis PACK dalam industri nikel dan posisi perusahaan dalam rantai nilai mineral di Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

