Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PACK Siapkan Rights Issue Rp8,2 T untuk Perluas Bisnis Nikel

Emiten milik Haji Isam, PACK, rencanakan rights issue senilai Rp8,2 triliun untuk akuisisi dua perusahaan nikel dan perkuat struktur modal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 39x dibuka
PACK Siapkan Rights Issue Rp8,2 T untuk Perluas Bisnis Nikel📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mengumumkan rencana penerbitan saham baru melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan nilai maksimal Rp8,19 triliun. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi perluasan bisnis di sektor pertambangan nikel, khususnya melalui akuisisi PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) dan Denway Development Limited (DDL). Dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran transaksi, pelunasan kewajiban keuangan, serta peningkatan modal kerja perusahaan dan anak usahanya.

Pemegang saham akan diberi kesempatan membeli maksimal 100 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Nilai tersebut dihitung berdasarkan kurs asumsi Rp17.703 per dolar AS hingga Agustus 2026. Transaksi akuisisi Bumanik ditargetkan senilai US$79 juta atau sekitar Rp1,40 triliun, dengan nilai pasar menurut penilaian KJPP Kusnanto & Rekan mencapai Rp1,439 triliun, yang dianggap wajar oleh lembaga penilai. Bumanik memiliki konsesi pertambangan seluas 4.778 hektare di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dan transaksi ini dikategorikan sebagai material karena mencapai 26,40 persen dari ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026.

Akuisisi DDL akan dilakukan dengan pembayaran US$324 juta atau sekitar Rp5,74 triliun dari Hanking (Indonesia) Mining Limited. Transaksi ini termasuk dalam kategori afiliasi karena memiliki pengendali akhir yang sama dengan PACK pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sebagai jaminan keberhasilan rights issue, PT Eco Energi Perkasa, pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 38,51 persen, menyatakan akan menjadi pembeli siaga dan menjamin pembelian saham yang tidak dimanfaatkan pemegang saham lainnya hingga nilai maksimal Rp7,40 triliun.

Pemegang saham minoritas signifikan, termasuk Haji Isam yang memiliki 20,05 persen saham, akan menghadapi risiko dilusi kepemilikan jika tidak menggunakan haknya. Perseroan memperkirakan penurunan proporsi kepemilikan akibat tidak melaksanakan HMETD bisa mencapai hingga 74,6 persen. Selain akuisisi, PACK juga mengusulkan perubahan kegiatan usaha dengan menambah kode KBLI 46721 untuk perdagangan bijih dan konsentrat logam, serta KBLI 70209 untuk jasa konsultasi manajemen dan bisnis. Tujuannya adalah pengelolaan terpadu yang lebih efisien bagi anak usaha.

Semua rencana, termasuk perubahan kegiatan usaha, akuisisi, penerbitan HMETD, dan pembelian saham DDL, akan diserahkan untuk persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 November 2026. Proses ini akan menentukan kelanjutan ekspansi strategis PACK dalam industri nikel dan posisi perusahaan dalam rantai nilai mineral di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya