Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pasar Asia Terpuruk Imbas Eskalasi AS-Iran di Selat Hormuz

Bursa saham Asia mengalami penurunan signifikan pada Selasa (1/9/2026) akibat ketegangan geopolitik yang memburuk antara Amerika Serikat dan Iran, memicu kekhawatiran pasar atas stabilitas pasokan energi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pasar Asia Terpuruk Imbas Eskalasi AS-Iran di Selat Hormuz
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar keuangan Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Selasa, dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Pergerakan negatif terjadi di sejumlah bursa utama, termasuk Nikkei 225 di Jepang yang turun 0,91%, sementara indeks Topix bergerak stagnan. Investor menunjukkan sikap hati-hati menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan global.

Di Korea Selatan, indeks Kospi dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq sama-sama mengalami penurunan lebih dari 1%, menjadi salah satu pelemahan terbesar di kawasan pada awal sesi. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga melemah 0,36%. Tekanan terhadap pasar regional terjadi seiring dengan meningkatnya risiko ekonomi yang terkait dengan ketidakstabilan geopolitik, khususnya di kawasan strategis Selat Hormuz.

Serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan udara AS di Yordania pada malam hari menjadi pemicu utama penurunan sentimen pasar. Serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan udara AS terhadap Iran di Pulau Larak, lokasi krusial di Selat Hormuz. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam balas serangan lebih lanjut memperparah ketegangan dan memperkuat kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan eskalasi konflik lebih luas.

Beberapa pejabat senior AS dilaporkan sedang mempertimbangkan serangan terbatas di Selat Hormuz untuk mencegah Iran mengganggu pelayaran kapal-kapal perdagangan. Jalur laut tersebut menjadi fokus utama karena menjadi rute vital bagi pasokan minyak dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi menimbulkan lonjakan harga energi dan memperburuk ketidakpastian di pasar keuangan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya