Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PBB Kurangi Bantuan Pangan Palestina Akibat Kekurangan Dana

Program Pangan Dunia memangkas bantuan untuk 200.000 warga Tepi Barat akibat krisis pendanaan, meski kebutuhan kemanusiaan terus meningkat akibat kekerasan dan pembatasan akses.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PBB Kurangi Bantuan Pangan Palestina Akibat Kekurangan Dana
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Program Pangan Dunia (WFP) resmi memangkas jumlah penerima bantuan pangan di Tepi Barat yang diduduki hingga separuhnya, dari sekitar 400.000 orang menjadi hanya 200.000 orang, karena keterbatasan dana yang tak terhindarkan. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya tekanan terhadap warga Palestina akibat operasi militer Israel dan aktivitas pemukim yang terus merusak infrastruktur serta membatasi pergerakan. Wilayah pedesaan dan bagian selatan, termasuk Hebron, menjadi daerah yang paling terdampak akibat pemotongan ini.

Direktur WFP untuk Palestina, Shaun Hughes, menegaskan bahwa kondisi yang mendasari pemangkasan justru membutuhkan peningkatan dukungan, bukan pemotongan. Dalam pernyataan di Jenewa, ia menyatakan bahwa pembongkaran rumah, penyitaan tanah, dan pembatasan akses telah merusak mata pencaharian warga, memperparah kerawanan pangan. “Kita harus memperkuat bantuan, bukan memotongnya,” tegasnya, menekankan bahwa akses terhadap sumber daya dasar kini semakin terbatas.

WFP menegaskan bahwa situasi di Tepi Barat bukan hanya krisis pangan, melainkan krisis hak asasi manusia yang semakin memburuk. Warga menghadapi ketidakbebasan bergerak, kesulitan mengakses tanah pertanian, dan keterbatasan ekonomi yang membuat mereka tak mampu membeli makanan. Kondisi ini diperparah oleh ketegangan yang memburuk sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu serangkaian operasi militer dan ekspansi pemukiman Yahudi di wilayah tersebut.

Pemotongan bantuan juga mencerminkan tekanan finansial yang dirasakan oleh lembaga kemanusiaan global. Kontribusi dari donor utama, termasuk Amerika Serikat, mengalami penurunan signifikan akibat pergeseran prioritas ke kebijakan domestik dan pertahanan. Tanpa tambahan dana, WFP memperingatkan bahwa operasinya di Gaza—yang menjangkau sekitar 1,5 juta orang—juga terancam terganggu. “Tanpa komitmen pendanaan baru, pemotongan lebih lanjut akan tak terhindarkan,” ujar perwakilan WFP.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya