PBB Kurangi Bantuan Pangan Palestina Akibat Kekurangan Dana
Program Pangan Dunia memangkas bantuan untuk 200.000 warga Tepi Barat akibat krisis pendanaan, meski kebutuhan kemanusiaan terus meningkat akibat kekerasan dan pembatasan akses.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Program Pangan Dunia (WFP) resmi memangkas jumlah penerima bantuan pangan di Tepi Barat yang diduduki hingga separuhnya, dari sekitar 400.000 orang menjadi hanya 200.000 orang, karena keterbatasan dana yang tak terhindarkan. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya tekanan terhadap warga Palestina akibat operasi militer Israel dan aktivitas pemukim yang terus merusak infrastruktur serta membatasi pergerakan. Wilayah pedesaan dan bagian selatan, termasuk Hebron, menjadi daerah yang paling terdampak akibat pemotongan ini.
Direktur WFP untuk Palestina, Shaun Hughes, menegaskan bahwa kondisi yang mendasari pemangkasan justru membutuhkan peningkatan dukungan, bukan pemotongan. Dalam pernyataan di Jenewa, ia menyatakan bahwa pembongkaran rumah, penyitaan tanah, dan pembatasan akses telah merusak mata pencaharian warga, memperparah kerawanan pangan. “Kita harus memperkuat bantuan, bukan memotongnya,” tegasnya, menekankan bahwa akses terhadap sumber daya dasar kini semakin terbatas.
WFP menegaskan bahwa situasi di Tepi Barat bukan hanya krisis pangan, melainkan krisis hak asasi manusia yang semakin memburuk. Warga menghadapi ketidakbebasan bergerak, kesulitan mengakses tanah pertanian, dan keterbatasan ekonomi yang membuat mereka tak mampu membeli makanan. Kondisi ini diperparah oleh ketegangan yang memburuk sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu serangkaian operasi militer dan ekspansi pemukiman Yahudi di wilayah tersebut.
Pemotongan bantuan juga mencerminkan tekanan finansial yang dirasakan oleh lembaga kemanusiaan global. Kontribusi dari donor utama, termasuk Amerika Serikat, mengalami penurunan signifikan akibat pergeseran prioritas ke kebijakan domestik dan pertahanan. Tanpa tambahan dana, WFP memperingatkan bahwa operasinya di Gaza—yang menjangkau sekitar 1,5 juta orang—juga terancam terganggu. “Tanpa komitmen pendanaan baru, pemotongan lebih lanjut akan tak terhindarkan,” ujar perwakilan WFP.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

