Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pejabat Militer AS Hengkang Akibat Ketegangan dengan Kebijakan Pertahanan Trump

Sejumlah pejabat tinggi Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengundurkan diri atau diberhentikan karena ketidakselarasan kebijakan dengan pemerintahan Trump, menimbulkan kekhawatiran atas stabilitas struktur militer.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 23.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pejabat Militer AS Hengkang Akibat Ketegangan dengan Kebijakan Pertahanan Trump
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah petinggi militer Amerika Serikat memilih mengundurkan diri dari jabatan strategis dalam beberapa bulan terakhir, menandai gelombang perombakan kepemimpinan di Pentagon yang dipicu oleh perbedaan pandangan dengan kebijakan pertahanan Presiden Donald Trump. Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll menjadi yang terbaru mengundurkan diri, menyusul konflik dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang dikabarkan memimpin upaya perombakan struktur kepemimpinan militer sesuai arahan politik Trump.

Pengunduran diri Driscoll terjadi di tengah ketegangan yang memburuk akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran mengenai kesiapan angkatan bersenjata AS. Sebelumnya, Menteri Angkatan Laut John Phelan telah dipecat pada April, mengawali gelombang perubahan kepemimpinan yang semakin luas. Beberapa pejabat lain yang mundur atau diberhentikan termasuk Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat, yang pensiun lebih awal dari jadwalnya meskipun masih menjabat hingga Oktober 2027.

Pemecatan George disertai dengan pengunduran diri atau pemecatan sejumlah petinggi lain, seperti Mayjen William Green Jr., Kepala Pendeta Militer, serta Jenderal David Hodne, Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat. Laporan menyebut Hegseth ingin menggantikan para pemimpin senior dengan tokoh-tokoh yang lebih selaras dengan visi politik Trump. Jenderal Christopher Donahue, pemimpin Angkatan Darat di Eropa dan Afrika, juga mengundurkan diri pada Juli setelah ditolak perpanjangan masa jabatan.

Beberapa pejabat lain yang mengundurkan diri atau diberhentikan antara lain Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal James Mingus, yang dipaksa pensiun setelah Trump menunjuk Letnan Jenderal Christopher LaNeve sebagai penggantinya. Pada Februari 2025, sejumlah pejabat tinggi lain seperti Jenderal CQ Brown Jr., Laksamana Lisa Franchetti, dan Jenderal James Slife juga diberhentikan. Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal David Allvin kemudian menyusul mengumumkan pengunduran diri, mengikuti tren perubahan kepemimpinan yang kian masif.

Termasuk dalam daftar tersebut adalah mantan komandan SOUTHCOM Laksamana Alvin Holsey, Jenderal Timothy Haugh selaku kepala NSA dan Komando Siber, serta Letnan Jenderal Jeffrey Kruse, Direktur Badan Intelijen Pertahanan. Perubahan ini menimbulkan spekulasi tentang pengaruh politik terhadap struktur militer AS, serta kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan pertahanan dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya