Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pembayaran Mitra SPPG Belum Lunas karena Proses Hukum dan Review

Tunggakan pembayaran kepada mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi masih tertunda karena proses peninjauan dan perkara di Kejaksaan terkait pembangunan dapur dari anggaran BGN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pembayaran Mitra SPPG Belum Lunas karena Proses Hukum dan Review📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan alasan penundaan pembayaran kepada sejumlah mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan bahwa pembayaran belum dilakukan karena beberapa proyek pembangunan dapur masih dalam tahap peninjauan hukum dan sedang ditangani oleh Kejaksaan. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjamin akuntabilitas dan kepatuhan terhadap peraturan keuangan negara.

Dari dua kategori mitra SPPG yang ada, yang menjadi kendala adalah pihak yang bertindak sebagai kontraktor dalam pembangunan dapur yang didanai dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui BGN. Pembayaran terhadap kategori ini sementara ditunda karena proses evaluasi yang masih berlangsung, termasuk pemeriksaan dari lembaga pengawas keuangan seperti BPKP dan BPK. Sudaryono menegaskan bahwa keputusan pembayaran hanya akan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi resmi dari ketiga lembaga tersebut.

Ia menegaskan bahwa keputusan penundaan bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena kewajiban hukum dan prosedur yang harus dipenuhi. “Tidak ada niat untuk menahan uang mitra, tetapi persoalan ini berada di tangan pihak berwenang. Kami hanya bisa menunggu rekomendasi dari Kejaksaan, BPKP, dan BPK sebelum melakukan pembayaran,” ujarnya. Ia juga menyampaikan pengertian terhadap tekanan yang dirasakan mitra, terutama yang telah mengeluarkan dana sendiri untuk membangun fasilitas.

Sementara itu, BGN tetap berkomitmen melanjutkan ekspansi program dengan membuka sekitar 900 hingga hampir 1.000 dapur baru dalam pekan ini. Fokus penempatan berada di wilayah 3T serta daerah dengan tingkat stunting tinggi, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Seluruh proses pembukaan dilakukan secara sistematis dan tanpa melibatkan perantara atau pihak ketiga, dengan menekankan bahwa program ini sepenuhnya gratis dan tidak ada jasa calo yang diperbolehkan.

Sebelumnya, Sudaryono telah menyatakan bahwa BGN sedang menyusun skema penyelesaian yang adil bagi mitra SPPG, khususnya dari Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T. Ia menegaskan bahwa para mitra bukan lawan, melainkan rekan strategis dalam pelaksanaan program. “Saya meminta waktu. Yang pasti, mitra tidak akan dirugikan,” tegasnya, menegaskan bahwa solusi yang disusun akan dipertanggungjawabkan secara terbuka dan dapat dipantau oleh semua pihak terkait.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya