Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perempuan Asal Indonesia Jadi Kolonel Tentara Kamboja

Nur Ainanta, perempuan asal Indonesia, resmi menjadi kolonel tentara Kamboja setelah berpindah kewarganegaraan dan aktif dalam penanganan kasus perdagangan manusia serta jaringan kejahatan daring di perbatasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perempuan Asal Indonesia Jadi Kolonel Tentara Kamboja
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nur Ainanta, warga negara Indonesia asal Sulawesi Tenggara, kini menjabat sebagai kolonel dalam militer Kamboja, setelah sebelumnya hanya berkunjung untuk berlibur. Keputusannya bergabung dengan aparat keamanan negara tersebut muncul dari ketertarikan spontan saat berada di sana, yang kemudian berkembang menjadi komitmen profesional. Ia menyatakan awalnya hanya berniat menjelajah, namun melihat kondisi sosial di Kamboja, terutama terkait keterjebakan warga asing, membuatnya termotivasi untuk turut serta dalam upaya pemberantasan kejahatan.

Untuk memenuhi syarat menjadi tentara, Nur harus mengubah kewarganegaraannya. Selain itu, calon personel wajib memiliki kesiapan mental tinggi, termasuk kemampuan menerima penugasan di wilayah mana pun sesuai keputusan pusat. Ia menekankan pentingnya loyalitas dan fleksibilitas dalam tugas, yang menjadi dasar operasional militer Kamboja. Meski aturan umum melarang penggunaan cadar dan hijab, di unit tempat ia ditempatkan, kebijakan tersebut diperbolehkan, sehingga ia tetap bisa menjalankan keyakinan agamanya tanpa kompromi.

Tugas utamanya berfokus pada penindakan perdagangan manusia dan aktivitas penipuan daring di kawasan perbatasan, khususnya yang melibatkan warga negara Indonesia dan negara lain. Pengalaman tersebut, menurutnya, tidak mudah dan sempat menimbulkan trauma akibat kondisi dan eskalasi kasus yang kompleks. Namun, ia tetap berkomitmen untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut secara sistematis dan humanis.

Pada masa tugasnya, Nur pernah berada di lokasi konfrontasi militer antara Kamboja dan Thailand, meski tidak terlibat langsung dalam pertempuran. Tugasnya saat itu adalah melakukan pengecekan lapangan dan memberikan arahan strategis kepada tim operasional. Kini, dengan pangkat kolonel, ia menjadi simbol perempuan yang mampu berkontribusi signifikan dalam sektor keamanan lintas negara, sekaligus membuka ruang bagi keberagaman dalam institusi militer.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya