Perempuan Asal Indonesia Jadi Kolonel Tentara Kamboja
Nur Ainanta, perempuan asal Indonesia, resmi menjadi kolonel tentara Kamboja setelah berpindah kewarganegaraan dan aktif dalam penanganan kasus perdagangan manusia serta jaringan kejahatan daring di perbatasan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nur Ainanta, warga negara Indonesia asal Sulawesi Tenggara, kini menjabat sebagai kolonel dalam militer Kamboja, setelah sebelumnya hanya berkunjung untuk berlibur. Keputusannya bergabung dengan aparat keamanan negara tersebut muncul dari ketertarikan spontan saat berada di sana, yang kemudian berkembang menjadi komitmen profesional. Ia menyatakan awalnya hanya berniat menjelajah, namun melihat kondisi sosial di Kamboja, terutama terkait keterjebakan warga asing, membuatnya termotivasi untuk turut serta dalam upaya pemberantasan kejahatan.
Untuk memenuhi syarat menjadi tentara, Nur harus mengubah kewarganegaraannya. Selain itu, calon personel wajib memiliki kesiapan mental tinggi, termasuk kemampuan menerima penugasan di wilayah mana pun sesuai keputusan pusat. Ia menekankan pentingnya loyalitas dan fleksibilitas dalam tugas, yang menjadi dasar operasional militer Kamboja. Meski aturan umum melarang penggunaan cadar dan hijab, di unit tempat ia ditempatkan, kebijakan tersebut diperbolehkan, sehingga ia tetap bisa menjalankan keyakinan agamanya tanpa kompromi.
Tugas utamanya berfokus pada penindakan perdagangan manusia dan aktivitas penipuan daring di kawasan perbatasan, khususnya yang melibatkan warga negara Indonesia dan negara lain. Pengalaman tersebut, menurutnya, tidak mudah dan sempat menimbulkan trauma akibat kondisi dan eskalasi kasus yang kompleks. Namun, ia tetap berkomitmen untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut secara sistematis dan humanis.
Pada masa tugasnya, Nur pernah berada di lokasi konfrontasi militer antara Kamboja dan Thailand, meski tidak terlibat langsung dalam pertempuran. Tugasnya saat itu adalah melakukan pengecekan lapangan dan memberikan arahan strategis kepada tim operasional. Kini, dengan pangkat kolonel, ia menjadi simbol perempuan yang mampu berkontribusi signifikan dalam sektor keamanan lintas negara, sekaligus membuka ruang bagi keberagaman dalam institusi militer.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mantan Siswa Laporkan Guru karena Dugaan Pemerkosaan Berulang
Seorang mantan siswa melaporkan guru di Sulawesi Tenggara atas dugaan pemerkosaan yang terjadi selama masa sekolah, dengan korban menyebutkan 13 kali kejadian.
9 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang Nikel di Pulau Kecil, GERAK SULTRA Dukung Langkah Verifikasi
Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra mendukung Kejati Sultra yang akan memverifikasi aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, termasuk area pasca tambang milik istri Gubernur.
9 September 2026

Kolaborasi Pemprov dan Kejati Sultra Percepat Pemulihan Aset dan Tata Kelola SDA
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Kejati Sultra bertujuan mempercepat penertiban aset daerah dan perbaikan tata kelola sumber daya alam melalui pendekatan restoratif dan kolaboratif.
9 September 2026

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


