Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perluas Penetrasi Produk Industri Hijau, Wamenperin Tekankan Kolaborasi

Wamenperin dorong perluasan pasar dan nilai tambah produk industri hijau demi mendukung transformasi ekonomi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.06 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Perluas Penetrasi Produk Industri Hijau, Wamenperin Tekankan Kolaborasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian kini memperkuat arahan strategis untuk memperluas penetrasi produk-produk industri yang ramah lingkungan. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa tren industrialisasi masa kini harus sejalan dengan keberlanjutan lingkungan, terutama mengingat kontribusi sektor industri terhadap emisi gas rumah kaca mencapai 34 persen. Angka ini menunjukkan urgensi perbaikan sistem produksi agar tidak semakin memperparah krisis iklim.

Selain itu, sektor industri juga menjadi penyumbang utama polusi udara, dengan kontribusi berkisar antara 20 hingga 25 persen dari total emisi. Faisol menekankan bahwa angka-angka ini bukan sekadar data, melainkan alarm bagi seluruh pelaku industri untuk merancang proses produksi yang lebih efisien dan berdampak rendah terhadap lingkungan. Ia menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan Indonesia yang hijau harus dibangun secara kolektif, melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Dalam forum Evolution Indonesia Forum 2026, Faisol menyoroti bahwa tantangan terbesar bukan hanya teknologi, melainkan nilai tambah dan akses pasar bagi produk industri hijau. Ia menekankan bahwa pengembangan industri ke depan tidak hanya ditujukan untuk menaikkan kapasitas produksi atau menarik investasi, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas industri berjalan lebih efisien dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.

Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan kebijakan yang mendukung inovasi, penguatan rantai pasok hijau, serta pemasaran yang lebih inklusif. Faisol menyampaikan bahwa peningkatan nilai tambah dan penetrasi pasar produk industri hijau harus menjadi prioritas bersama. Dengan langkah-langkah konkret ini, industri diharapkan tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjadi motor perubahan menuju ekonomi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya