Kamis, 1 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Permintaan Dolar AS dari Importir Melonjak Akhir September

Kebutuhan valuta asing dari importir mencapai puncaknya di akhir kuartal III, berdampak pada dinamika nilai tukar rupiah dan operasional pasar valas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Permintaan Dolar AS dari Importir Melonjak Akhir September📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebutuhan valuta asing dari sektor impor mengalami kenaikan signifikan pada akhir September, menandai pola musiman yang rutin terjadi setiap tahun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pembayaran atas barang impor yang biasanya difokuskan pada periode akhir kuartal. Selain itu, aktivitas repatriasi dana juga turut berkontribusi terhadap lonjakan permintaan dolar AS pada bulan tersebut.

Menurut pejabat BI, setelah bulan September berakhir, kebutuhan valas secara musiman cenderung menurun hingga akhir tahun. Namun, perubahan ini tidak selalu berlangsung secara konsisten, mengingat kondisi pasar global yang bersifat dinamis dan dapat memengaruhi aliran modal secara tiba-tiba. Meskipun demikian, tren historis tetap menjadi acuan penting dalam memahami pergerakan pasar valas domestik.

Pergerakan nilai tukar rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan riil di pasar dalam negeri, tetapi juga oleh aktivitas di pasar offshore seperti Non-Deliverable Forward (NDF). Pasar NDF tetap beroperasi setelah pasar domestik tutup pada pukul 15.00 WIB, bahkan berlanjut hingga pasar Eropa dan Amerika Serikat buka. Transaksi di pasar tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar domestik, terutama ketika pasar tutup.

Karena potensi rambatan sentimen global yang tidak didasari kebutuhan riil, BI memastikan keberadaan operasionalnya di tiga pasar utama: pasar spot domestik, pasar NDF offshore, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mencegah gejolak akibat pergerakan spekulatif yang tidak mencerminkan realitas permintaan valas di dalam negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya