Pertamina NRE Siap Wujudkan PLTS 100 GW, Minta Kepastian Regulasi
Pertamina NRE siap mengambil peran besar dalam program PLTS 100 GWp, namun menekankan pentingnya kepastian regulasi dan kolaborasi untuk menjamin keberhasilan eksekusi proyek.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 18.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyatakan kesiapan penuh untuk turut serta dalam program nasional pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt peak (GWp). Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menegaskan bahwa perusahaan berambisi menyumbang sebanyak mungkin dari target tersebut, meski jumlah pastinya akan ditentukan melalui alokasi resmi dari pemerintah dan PLN. Ia menekankan bahwa meski ambisi besar, realistisnya eksekusi bergantung pada koordinasi dan perencanaan bersama.
Menurut John, tantangan utama bukan hanya pada kapasitas teknis, tetapi juga pada kesiapan seluruh elemen pendukung, termasuk rantai pasok, produksi material dalam negeri, dan ketersediaan teknologi. Ia menyoroti bahwa saat ini Indonesia belum memiliki kapasitas produksi komponen utama PLTS secara mandiri, sehingga diperlukan kerja sama strategis dengan mitra nasional dan internasional melalui MoU dan kolaborasi teknis.
Ia juga menyoroti aspek ekonomi sebagai faktor penentu keberlanjutan proyek energi terbarukan. Tanpa kepastian regulasi yang jelas, investasi akan sulit terjadi. Ia mencontohkan kebijakan blending bioetanol yang sukses karena adanya kewajiban penggunaan (mandatory blending), serta pentingnya pembaruan harga indeks pasar (HIP) yang telah lama tidak diperbarui agar tetap kompetitif.
Di sisi lain, Norman Ginting, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), menilai program 100 GWp akan menjadi pemicu besar bagi pertumbuhan industri dalam negeri. Menurutnya, permintaan besar terhadap energi terbarukan akan mendorong kenaikan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan basis industri lokal. Ia menekankan bahwa transformasi energi bukan hanya soal pasokan listrik, tetapi juga pendorong ekonomi berkelanjutan yang harus diikuti dengan kesiapan SDM dan teknologi.
Kunci keberhasilan program strategis seperti PLTS 100 GWp, B50, E20, dan waste to energy, menurut Norman, adalah kolaborasi lintas sektor. Ia menyerukan peningkatan koordinasi antarinstansi, sektor swasta, dan lembaga riset untuk memastikan eksekusi proyek berjalan efisien dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Thailand resmi memangkas masa tinggal bebas visa bagi turis asing dari 60 menjadi 30 hari, berlaku mulai 15 September 2026, termasuk bagi WNI yang tetap bisa masuk tanpa visa hingga 30 hari.
9 September 2026

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


