Peru Putus Diplomasi dengan Iran Akibat Krisis AS-Iran
Peru memutus hubungan diplomatik dengan Iran menyusul ketegangan regional akibat serangan AS yang menewaskan warga sipil di acara pernikahan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 07.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Peru secara resmi menghentikan hubungan diplomatik dengan Iran dalam langkah yang menandai sikap tegas terhadap eskalasi konflik antara Tehran dan Amerika Serikat. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri pada Selasa (1/9), sebagai respons terhadap dinamika geopolitik yang memburuk akibat serangan militer AS terhadap sasaran di wilayah selatan Iran. Pemutusan hubungan tersebut ditegaskan sebagai bentuk komitmen jangka panjang Peru terhadap perdamaian global, hukum internasional, dan prinsip demokrasi.
Serangan yang menjadi pemicu ketegangan terjadi pada malam hari di sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, wilayah selatan Iran. Menurut laporan resmi dari pejabat Iran, empat orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Dalam pernyataan tegas, negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut Amerika Serikat sebagai 'Setan' atas aksi yang dianggap melanggar hukum humaniter dan menargetkan warga sipil dalam perayaan publik.
Di sisi lain, dampak lingkungan dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terus mengancam stabilitas regional. Kabut asap dari kebakaran di Kalimantan telah menyebar hingga ke wilayah Metro Manila, ibu kota Filipina. Badan Manajemen Lingkungan Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR-EMB) Filipina menyatakan bahwa kondisi kabut asap telah terdeteksi dan diperkirakan akan berlangsung hingga 3 September. Dampaknya dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat, termasuk gangguan pernapasan dan penurunan visibilitas.
Kepala Divisi Manajemen Kualitas Lingkungan DENR-EMB, Jundy del Socorro, menekankan bahwa penanganan kondisi ini berada di luar kendali penuh Filipina, mengingat faktor-faktor seperti intensitas kebakaran di Indonesia, arah angin monsun barat daya, serta curah hujan di wilayah tersebut. Ia menyerukan kerja sama regional dalam mengatasi isu lingkungan lintas batas yang terus mengancam kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026

Nusron: 87,52% Lahan Sawah Nasional Sudah Dilindungi
Pemerintah mencapai 87,52% penetapan lahan pertanian berkelanjutan, melampaui target nasional, meski Banten dan Bali masih menghadapi tekanan alih fungsi sawah ke industri dan pariwisata.
9 September 2026
Berita Lainnya

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


