Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Peru Putus Diplomasi dengan Iran, Tekan Eskalasi Timur Tengah

Peru memutus hubungan diplomatik dengan Iran atas kekhawatiran terhadap stabilitas global, pelanggaran HAM, dan ancaman terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Peru Putus Diplomasi dengan Iran, Tekan Eskalasi Timur Tengah
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Peru secara resmi menghentikan hubungan diplomatik dengan Iran, keputusan yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri pada Selasa (1/9). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, serta kekhawatiran mendalam terhadap penurunan nilai demokrasi dan kebebasan sipil di Iran. Pemerintah Peru menekankan bahwa keputusan ini berlandaskan komitmen jangka panjang terhadap perdamaian, hukum internasional, dan perlindungan terhadap prinsip-prinsip demokrasi.

Dalam pernyataannya, Peru menyoroti berbagai kejadian yang memperkuat keputusan tersebut, termasuk penindasan terhadap demonstrasi damai, pembatasan pers, diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan, serta tindakan represif terhadap oposisi politik. Selain itu, pemerintah menyoroti adanya gangguan terhadap perdagangan global yang melintasi Selat Hormuz sejak bulan Maret, yang berpotensi menimbulkan lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasokan internasional.

Peru juga menyatakan keberatan terhadap tindakan Iran yang dinilai memicu kekerasan dan memperparah ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pihaknya menilai bahwa kebijakan Iran telah menghambat kinerja Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang berperan penting dalam pengawasan nuklir global. Keputusan ini diambil dalam konteks ketegangan yang kembali memburuk antara Iran dan Amerika Serikat, yang menimbulkan ketidakpastian besar bagi keamanan maritim dan stabilitas regional.

Meski hubungan diplomatik diputus, Peru memastikan bahwa hubungan konsuler tetap dipertahankan demi melindungi warga negaranya di Iran dan warga Iran di Peru. Langkah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik. Nota diplomatik yang mengumumkan pemutusan hubungan dikirimkan melalui kedutaan besar Peru di Ekuador, yang secara konsuler mewakili Peru di Iran.

Keputusan ini juga mencerminkan pergeseran kebijakan luar negeri yang dipimpin oleh Presiden Keiko Fujimori, yang dikenal memiliki hubungan erat dengan pemerintahan Trump. Setelah dilantik, Fujimori menegaskan niat untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Amerika Serikat, yang dianggap sebagai mitra utama dalam stabilitas ekonomi dan keamanan regional. Peru, sebagai salah satu produsen tembaga terbesar dunia, memiliki posisi strategis dalam kerja sama ekonomi global, khususnya dengan AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya