Peru Putus Diplomasi dengan Iran, Tekan Eskalasi Timur Tengah
Peru memutus hubungan diplomatik dengan Iran atas kekhawatiran terhadap stabilitas global, pelanggaran HAM, dan ancaman terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Peru secara resmi menghentikan hubungan diplomatik dengan Iran, keputusan yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri pada Selasa (1/9). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, serta kekhawatiran mendalam terhadap penurunan nilai demokrasi dan kebebasan sipil di Iran. Pemerintah Peru menekankan bahwa keputusan ini berlandaskan komitmen jangka panjang terhadap perdamaian, hukum internasional, dan perlindungan terhadap prinsip-prinsip demokrasi.
Dalam pernyataannya, Peru menyoroti berbagai kejadian yang memperkuat keputusan tersebut, termasuk penindasan terhadap demonstrasi damai, pembatasan pers, diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan, serta tindakan represif terhadap oposisi politik. Selain itu, pemerintah menyoroti adanya gangguan terhadap perdagangan global yang melintasi Selat Hormuz sejak bulan Maret, yang berpotensi menimbulkan lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasokan internasional.
Peru juga menyatakan keberatan terhadap tindakan Iran yang dinilai memicu kekerasan dan memperparah ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pihaknya menilai bahwa kebijakan Iran telah menghambat kinerja Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang berperan penting dalam pengawasan nuklir global. Keputusan ini diambil dalam konteks ketegangan yang kembali memburuk antara Iran dan Amerika Serikat, yang menimbulkan ketidakpastian besar bagi keamanan maritim dan stabilitas regional.
Meski hubungan diplomatik diputus, Peru memastikan bahwa hubungan konsuler tetap dipertahankan demi melindungi warga negaranya di Iran dan warga Iran di Peru. Langkah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik. Nota diplomatik yang mengumumkan pemutusan hubungan dikirimkan melalui kedutaan besar Peru di Ekuador, yang secara konsuler mewakili Peru di Iran.
Keputusan ini juga mencerminkan pergeseran kebijakan luar negeri yang dipimpin oleh Presiden Keiko Fujimori, yang dikenal memiliki hubungan erat dengan pemerintahan Trump. Setelah dilantik, Fujimori menegaskan niat untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Amerika Serikat, yang dianggap sebagai mitra utama dalam stabilitas ekonomi dan keamanan regional. Peru, sebagai salah satu produsen tembaga terbesar dunia, memiliki posisi strategis dalam kerja sama ekonomi global, khususnya dengan AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Thailand resmi memangkas masa tinggal bebas visa bagi turis asing dari 60 menjadi 30 hari, berlaku mulai 15 September 2026, termasuk bagi WNI yang tetap bisa masuk tanpa visa hingga 30 hari.
9 September 2026

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


