Pezeshkian Ucap Terima Kasih ke Putin atas Dukungan Strategis
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Vladimir Putin atas dukungan Rusia selama tekanan diplomatik dan militer dari AS, dalam pertemuan di Kirgistan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 02.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan rasa terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas dukungan yang diberikan selama masa ketegangan dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan secara langsung dalam pertemuan bilateral di sela Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai yang berlangsung di Kirgistan. Pezeshkian menekankan bahwa sikap Rusia—baik dalam konteks konflik militer maupun dalam forum internasional seperti PBB—menunjukkan kedekatan strategis yang jauh melampaui hubungan biasa.
Ia menyoroti bahwa dukungan Rusia terhadap Iran, terutama dalam menanggapi sanksi dan tindakan agresif dari AS, merupakan bukti komitmen bersama terhadap keberlanjutan hubungan bilateral yang stabil dan saling menghargai. Pezeshkian menegaskan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya berbasis pada kepentingan jangka pendek, tetapi juga pada prinsip-prinsip kerja sama jangka panjang. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari pertemuan terakhir keduanya di Turkmenistan pada Desember 2025.
Dalam kesempatan terpisah, Pezeshkian menyatakan kesiapan Iran untuk kembali membuka jalan diplomasi dengan Amerika Serikat, asalkan Washington kembali memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada bulan Juni lalu. Ia menegaskan bahwa jika AS menunjukkan keinginan untuk kembali ke perjanjian tersebut, Iran akan segera merespons dengan tindakan serupa. Pernyataan ini menunjukkan upaya diplomasi yang tetap terbuka meski ketegangan militer terus berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengulangi seruan serupa, menekankan perlunya kembali ke perjanjian yang diteken oleh Presiden Donald Trump. Ia menilai bahwa dengan keputusan yang tepat, situasi dapat kembali stabil dan berjalan sesuai jalur yang diharapkan. Dalam konteks ini, dukungan internasional seperti yang diberikan Rusia menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan geopolitik.
Ketegangan kembali memanas di Selat Hormuz dalam enam bulan terakhir, menjadi titik panas konflik antara Iran dan AS, yang disertai serangan intensif dari AS dan Israel pada akhir Februari. Akibatnya, Teheran memutuskan menutup akses Selat Hormuz sebagai respons. Sejak saat itu, tensi terus meningkat, dengan serangkaian operasi militer yang berlangsung secara intensif, menimbulkan kekhawatiran global terhadap keamanan maritim di kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


