Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pezeshkian Ucap Terima Kasih ke Putin atas Dukungan Strategis

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Vladimir Putin atas dukungan Rusia selama tekanan diplomatik dan militer dari AS, dalam pertemuan di Kirgistan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 02.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pezeshkian Ucap Terima Kasih ke Putin atas Dukungan Strategis
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan rasa terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas dukungan yang diberikan selama masa ketegangan dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan secara langsung dalam pertemuan bilateral di sela Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai yang berlangsung di Kirgistan. Pezeshkian menekankan bahwa sikap Rusia—baik dalam konteks konflik militer maupun dalam forum internasional seperti PBB—menunjukkan kedekatan strategis yang jauh melampaui hubungan biasa.

Ia menyoroti bahwa dukungan Rusia terhadap Iran, terutama dalam menanggapi sanksi dan tindakan agresif dari AS, merupakan bukti komitmen bersama terhadap keberlanjutan hubungan bilateral yang stabil dan saling menghargai. Pezeshkian menegaskan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya berbasis pada kepentingan jangka pendek, tetapi juga pada prinsip-prinsip kerja sama jangka panjang. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari pertemuan terakhir keduanya di Turkmenistan pada Desember 2025.

Dalam kesempatan terpisah, Pezeshkian menyatakan kesiapan Iran untuk kembali membuka jalan diplomasi dengan Amerika Serikat, asalkan Washington kembali memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada bulan Juni lalu. Ia menegaskan bahwa jika AS menunjukkan keinginan untuk kembali ke perjanjian tersebut, Iran akan segera merespons dengan tindakan serupa. Pernyataan ini menunjukkan upaya diplomasi yang tetap terbuka meski ketegangan militer terus berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengulangi seruan serupa, menekankan perlunya kembali ke perjanjian yang diteken oleh Presiden Donald Trump. Ia menilai bahwa dengan keputusan yang tepat, situasi dapat kembali stabil dan berjalan sesuai jalur yang diharapkan. Dalam konteks ini, dukungan internasional seperti yang diberikan Rusia menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan geopolitik.

Ketegangan kembali memanas di Selat Hormuz dalam enam bulan terakhir, menjadi titik panas konflik antara Iran dan AS, yang disertai serangan intensif dari AS dan Israel pada akhir Februari. Akibatnya, Teheran memutuskan menutup akses Selat Hormuz sebagai respons. Sejak saat itu, tensi terus meningkat, dengan serangkaian operasi militer yang berlangsung secara intensif, menimbulkan kekhawatiran global terhadap keamanan maritim di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya