POGI Sultra dan Pegadaian Dorong Kesehatan Ibu Hamil Lewat Program Merdeka Stunting 2026
Program Merdeka Stunting 2026 digelar di Kendari oleh POGI Sultra dan Pegadaian untuk tingkatkan akses layanan kesehatan ibu hamil dan cegah stunting melalui edukasi dan layanan konsultasi gratis.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kegiatan Merdeka Stunting 2026 resmi diluncurkan di Kota Kendari dengan melibatkan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sulawesi Tenggara dan PT Pegadaian. Acara bertujuan memperkuat sistem deteksi dini stunting dengan fokus pada kesehatan ibu hamil melalui pendekatan edukatif dan layanan medis gratis. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya nasional menuju Indonesia bebas stunting pada tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, lebih dari 150 ibu hamil dan calon ibu dari berbagai wilayah di Kendari mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk skrining risiko stunting, konsultasi gizi, dan penyuluhan tentang pentingnya perawatan kehamilan sejak dini. Tim medis dari POGI Sultra dan tenaga kesehatan dari Pegadaian turut terlibat langsung dalam pendampingan selama kegiatan.
Kegiatan juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara daring bagi ibu yang tidak bisa hadir secara langsung, dengan sistem jemput bola melalui mitra komunitas dan posyandu. Selain itu, peserta diberikan edukasi tentang nutrisi, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak pasca melahirkan. Semua layanan diselenggarakan tanpa biaya, menekankan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas dalam pelayanan kesehatan.
Ketua POGI Sultra menyatakan bahwa stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga hasil dari keterlambatan intervensi sejak masa kehamilan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor untuk mencapai target nasional. Sementara itu, perwakilan Pegadaian menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program kesehatan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Program ini diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan yang dapat diadopsi di wilayah lain di Sulawesi Tenggara. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan pemanfaatan jaringan yang sudah ada, kegiatan ini dianggap mampu menjangkau kelompok rentan secara efektif. Tujuan utamanya adalah menurunkan angka stunting melalui pencegahan dini dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mantan Siswa Laporkan Guru karena Dugaan Pemerkosaan Berulang
Seorang mantan siswa melaporkan guru di Sulawesi Tenggara atas dugaan pemerkosaan yang terjadi selama masa sekolah, dengan korban menyebutkan 13 kali kejadian.
9 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang Nikel di Pulau Kecil, GERAK SULTRA Dukung Langkah Verifikasi
Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra mendukung Kejati Sultra yang akan memverifikasi aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, termasuk area pasca tambang milik istri Gubernur.
9 September 2026

Kolaborasi Pemprov dan Kejati Sultra Percepat Pemulihan Aset dan Tata Kelola SDA
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Kejati Sultra bertujuan mempercepat penertiban aset daerah dan perbaikan tata kelola sumber daya alam melalui pendekatan restoratif dan kolaboratif.
9 September 2026

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


