Polandia Tolak Tempatkan Senjata Nuklir AS
Polandia menegaskan tidak ingin menjadi lokasi penempatan hulu ledak nuklir AS, meski posisi strategisnya meningkatkan pertimbangan NATO untuk melibatkannya dalam skema pembagian nuklir.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Polandia secara tegas menolak rencana penempatan senjata nuklir Amerika Serikat di wilayahnya, sekalipun negara itu menjadi salah satu mitra militer terkuat di NATO. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Polandia Pawel Zalewski, yang menegaskan bahwa Warsawa tidak memiliki keinginan untuk menjadi tuan rumah bom nuklir gravitasi B61 milik AS. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Elbridge Colby, dan menjadi sorotan dalam konteks perdebatan internal mengenai kebijakan pertahanan negara.
Namun, keputusan tersebut menuai kontroversi dari kubu oposisi yang dekat dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki. Marcin Przydacz, kepala biro kebijakan internasional milik presiden, menyebut pernyataan Zalewski "aneh dan tidak logis", menekankan bahwa Polandia sebenarnya mendukung kehadiran senjata nuklir di wilayahnya sebagai bagian dari strategi pertahanan kolektif. Penekanan ini muncul dalam konteks meningkatnya ancaman militer dari Rusia, terutama pasca konflik Ukraina yang membuat sejumlah drone dan rudal Rusia melintasi perbatasan Polandia.
Dengan angkatan bersenjata terbesar ketiga di NATO—setelah AS dan Turki—dan alokasi anggaran pertahanan mencapai 4,3% dari PDB, Polandia memang menjadi simbol kekuatan militer di Eropa Timur. Karena posisinya yang berdekatan dengan Kaliningrad dan Belarus, di mana sistem rudal Iskander Rusia ditempatkan, sejumlah analis melihat nilai strategis penempatan senjata nuklir di wilayah tersebut. Artur Kacprzyk dari Institut Urusan Internasional Polandia menilai bahwa melibatkan Polandia dalam nuclear sharing dapat menjadi sinyal politik kuat bagi Rusia, menunjukkan komitmen NATO terhadap pertahanan sayap timur aliansi.
Namun, keberadaan senjata nuklir di Polandia juga dinilai berpotensi memperparah ketegangan. Lukasz Kulesa, wakil kepala penelitian di institut yang sama, memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa dianggap Rusia sebagai bukti agresivitas AS dan NATO. Ia menyarankan opsi alternatif yang lebih moderat, seperti sertifikasi jet tempur F-35 dan pelatihan pilot Polandia untuk misi nuklir tanpa perlu menempatkan bom fisik di wilayah negara. Menurutnya, pendekatan ini tetap mendukung kapasitas pertahanan tanpa memicu eskalasi militer.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

