Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong Kolaborasi Energi dan Pertanian dengan Rusia

Presiden Prabowo Subianto memperluas kerja sama strategis dengan Rusia di sektor energi, pertanian, dan industri untuk mendukung swasembada dan kemandirian nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Dorong Kolaborasi Energi dan Pertanian dengan Rusia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas membuka ruang sinergi luas dengan Rusia dalam pengelolaan sumber daya energi nasional. Dalam kesempatan menjadi tamu kehormatan utama pada Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, ia menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak serta gas bumi melalui kolaborasi teknis dan investasi dari mitra strategis seperti Rusia.

Pada forum tersebut, Prabowo menekankan pentingnya transfer teknologi dan pengetahuan dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk smart grid dan energi nuklir untuk keperluan damai. Ia menyampaikan bahwa Indonesia terbuka terhadap kemitraan dalam teknologi nuklir modular maupun skala penuh, dengan tetap menjunjung tinggi standar keselamatan dan perlindungan internasional.

Di bidang ketahanan pangan, Presiden menyoroti potensi besar kerja sama dalam pengembangan pertanian modern. Ia menyebut kolaborasi bisa mencakup pengadaan benih unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan hasil pertanian, hingga produksi pupuk bersama, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Prabowo juga menekankan pentingnya hilirisasi produk komoditas melalui kemitraan industri. Ia mengundang Rusia untuk berpartisipasi dalam pengolahan lebih lanjut komoditas lokal serta produksi barang konsumsi sehari-hari seperti makanan, pakaian, elektronik, farmasi, dan furnitur. Kerja sama ini dimaksudkan untuk menciptakan nilai tambah dan kemandirian industri nasional.

Selain sektor utama, Presiden menyebut peluang kerja sama juga dapat diperluas ke bidang antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi. Dengan pendekatan holistik, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional dalam kerangka kerja sama internasional yang saling menguntungkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya