Prabowo Dorong Kolaborasi Energi dan Pertanian dengan Rusia
Presiden Prabowo Subianto memperluas kerja sama strategis dengan Rusia di sektor energi, pertanian, dan industri untuk mendukung swasembada dan kemandirian nasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas membuka ruang sinergi luas dengan Rusia dalam pengelolaan sumber daya energi nasional. Dalam kesempatan menjadi tamu kehormatan utama pada Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, ia menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak serta gas bumi melalui kolaborasi teknis dan investasi dari mitra strategis seperti Rusia.
Pada forum tersebut, Prabowo menekankan pentingnya transfer teknologi dan pengetahuan dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk smart grid dan energi nuklir untuk keperluan damai. Ia menyampaikan bahwa Indonesia terbuka terhadap kemitraan dalam teknologi nuklir modular maupun skala penuh, dengan tetap menjunjung tinggi standar keselamatan dan perlindungan internasional.
Di bidang ketahanan pangan, Presiden menyoroti potensi besar kerja sama dalam pengembangan pertanian modern. Ia menyebut kolaborasi bisa mencakup pengadaan benih unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan hasil pertanian, hingga produksi pupuk bersama, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Prabowo juga menekankan pentingnya hilirisasi produk komoditas melalui kemitraan industri. Ia mengundang Rusia untuk berpartisipasi dalam pengolahan lebih lanjut komoditas lokal serta produksi barang konsumsi sehari-hari seperti makanan, pakaian, elektronik, farmasi, dan furnitur. Kerja sama ini dimaksudkan untuk menciptakan nilai tambah dan kemandirian industri nasional.
Selain sektor utama, Presiden menyebut peluang kerja sama juga dapat diperluas ke bidang antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi. Dengan pendekatan holistik, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional dalam kerangka kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

