Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pramono Soroti Keunggulan Transportasi Jakarta di Mata Wali Kota New York

Gubernur DKI Jakarta memaparkan keunggulan sistem transportasi publik Jakarta saat berdialog dengan Wali Kota New York, menekankan transformasi moda dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pramono Soroti Keunggulan Transportasi Jakarta di Mata Wali Kota New York📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kekaguman dunia internasional terhadap perkembangan sistem transportasi publik di ibu kota saat bertemu dengan Wali Kota New York, Zohran Kwame Mamdani, dalam kunjungan kerja. Dalam percakapan yang berlangsung secara akrab, Mamdani menyampaikan pertanyaan mengejutkan: mengapa Jakarta, dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 11 juta jiwa, justru memiliki sistem transportasi yang lebih efisien dibandingkan New York yang memiliki populasi sekitar 8,4 juta orang.

Pramono menjawab dengan keyakinan tinggi, menyebut hal tersebut sebagai momen strategis untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan transportasi publik di Jakarta terletak pada pergeseran pola mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum yang terintegrasi. Langkah krusial yang diluncurkan sejak dirinya menjabat adalah program Transjabodetabek, yang menjadi tulang punggung konektivitas antar wilayah.

Hingga kini, rute Transjabodetabek telah menghubungkan Jakarta ke Blok M dari Bekasi dan Tangerang Selatan, dengan jangkauan yang semakin luas. Bahkan, masyarakat mulai menyebut layanan ini sebagai akses perjalanan jarak jauh, seperti dari Blok M menuju Bali atau Bandung. Perluasan ini menunjukkan kematangan sistem dan kesiapan infrastruktur dalam mendukung mobilitas yang berkelanjutan.

Pramono menegaskan bahwa pembangunan kota harus berfokus pada kualitas hidup manusia. Dalam konteks ini, transportasi bukan sekadar fasilitas, tetapi bagian dari kebijakan yang menjawab kompleksitas sosial, kesehatan, dan pendidikan. Ia menilai bahwa keberhasilan sistem transportasi mencerminkan kesadaran pemerintah dalam mengakomodasi keberagaman kebutuhan masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen untuk membangun kota yang manusiawi dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya