Pria Diduga Palsu Sebut Diri Anggota Polisi di Live Sosial Media Diamankan
Seorang pria yang mengaku sebagai anggota Polri dalam live media sosial berhasil diamankan setelah viral dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Seorang warga diduga melakukan penipuan identitas dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dalam sesi live di platform media sosial, yang kemudian viral dan memicu perhatian luas. Berdasarkan penanganan cepat oleh Polsek Ranomeeto Polresta Kendari, pria tersebut kini berada dalam proses pemeriksaan di kantor polisi setempat. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa ia bukan anggota Polri, melainkan warga biasa yang menggunakan identitas resmi kepolisian secara tidak sah.
Dalam pemeriksaan, pria tersebut mengakui bahwa pengakuannya tidak berdasar dan tidak memiliki dasar hukum atau izin resmi. Ia menjelaskan bahwa niat awalnya hanya untuk menarik perhatian seorang perempuan yang sedang mengikuti sesi live tersebut. Keterangan ini diperkuat oleh Kapolsek Ranomeeto, IPTU Sukirman, yang menyatakan bahwa motif utama tindakan tersebut bukan untuk kepentingan institusi, tetapi untuk tujuan pribadi terkait hubungan sosial.
Kepolisian menegaskan bahwa penggunaan identitas resmi negara tanpa izin, terutama di ruang digital, merupakan tindakan yang dapat merugikan kepercayaan publik terhadap institusi. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim seseorang yang mengaku sebagai petugas kepolisian tanpa verifikasi lebih lanjut. Kepolisian juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Masyarakat diminta untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan indikasi penggunaan identitas resmi secara menyesatkan. Penanganan kasus ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menjaga integritas institusi dan menjamin keamanan digital bagi masyarakat. Polisi juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang tidak langsung mempercayai informasi tanpa verifikasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mantan Siswa Laporkan Guru karena Dugaan Pemerkosaan Berulang
Seorang mantan siswa melaporkan guru di Sulawesi Tenggara atas dugaan pemerkosaan yang terjadi selama masa sekolah, dengan korban menyebutkan 13 kali kejadian.
9 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang Nikel di Pulau Kecil, GERAK SULTRA Dukung Langkah Verifikasi
Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra mendukung Kejati Sultra yang akan memverifikasi aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, termasuk area pasca tambang milik istri Gubernur.
9 September 2026

Kolaborasi Pemprov dan Kejati Sultra Percepat Pemulihan Aset dan Tata Kelola SDA
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Kejati Sultra bertujuan mempercepat penertiban aset daerah dan perbaikan tata kelola sumber daya alam melalui pendekatan restoratif dan kolaboratif.
9 September 2026

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


