Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pria Diduga Palsu Sebut Diri Anggota Polisi di Live Sosial Media Diamankan

Seorang pria yang mengaku sebagai anggota Polri dalam live media sosial berhasil diamankan setelah viral dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pria Diduga Palsu Sebut Diri Anggota Polisi di Live Sosial Media Diamankan
Foto: MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Seorang warga diduga melakukan penipuan identitas dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dalam sesi live di platform media sosial, yang kemudian viral dan memicu perhatian luas. Berdasarkan penanganan cepat oleh Polsek Ranomeeto Polresta Kendari, pria tersebut kini berada dalam proses pemeriksaan di kantor polisi setempat. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa ia bukan anggota Polri, melainkan warga biasa yang menggunakan identitas resmi kepolisian secara tidak sah.

Dalam pemeriksaan, pria tersebut mengakui bahwa pengakuannya tidak berdasar dan tidak memiliki dasar hukum atau izin resmi. Ia menjelaskan bahwa niat awalnya hanya untuk menarik perhatian seorang perempuan yang sedang mengikuti sesi live tersebut. Keterangan ini diperkuat oleh Kapolsek Ranomeeto, IPTU Sukirman, yang menyatakan bahwa motif utama tindakan tersebut bukan untuk kepentingan institusi, tetapi untuk tujuan pribadi terkait hubungan sosial.

Kepolisian menegaskan bahwa penggunaan identitas resmi negara tanpa izin, terutama di ruang digital, merupakan tindakan yang dapat merugikan kepercayaan publik terhadap institusi. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim seseorang yang mengaku sebagai petugas kepolisian tanpa verifikasi lebih lanjut. Kepolisian juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Masyarakat diminta untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan indikasi penggunaan identitas resmi secara menyesatkan. Penanganan kasus ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menjaga integritas institusi dan menjamin keamanan digital bagi masyarakat. Polisi juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang tidak langsung mempercayai informasi tanpa verifikasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya