Prodi Korea UI Jadi Pilar Pendidikan Lintas Budaya
Pengembangan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea di UI sejak 2006 menjadi strategi akademik jangka panjang untuk memperkuat pemahaman budaya dan komunikasi internasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 09.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia telah menjadi bagian integral dari transformasi pendidikan tinggi yang responsif terhadap dinamika global. Didirikan pada 2006, keputusan pembentukannya menangkap momentum perubahan di mana Korea Selatan tidak hanya tumbuh sebagai ekonomi maju, tetapi juga menjadi aktor budaya global yang berdampak luas. Dekan FIB UI menegaskan bahwa pendirian prodi ini bukan sekadar reaksi terhadap tren populer, melainkan bentuk komitmen akademik terhadap kajian mendalam yang berbasis konteks dan relevansi strategis.
Pertumbuhan kapasitas akademik prodi ini tercermin dari perkembangan sumber daya manusia pengajar. Dari awal yang menghadapi keterbatasan tenaga pengajar lokal, kini program telah memiliki sembilan dosen tetap, delapan di antaranya berlatar belakang doktoral, serta empat dosen tidak tetap. Struktur ini mendukung kualitas pengajaran yang komprehensif, mencakup aspek linguistik, sejarah, politik, dan ekonomi Korea, sekaligus memperkuat kapasitas lulusan dalam menghadapi tantangan kerja lintas budaya.
Keterlibatan dunia industri menjadi alasan krusial dalam pengembangan kurikulum. Menurut perwakilan Kamar Dagang Korea di Indonesia, penguasaan bahasa dan budaya Korea menjadi kunci dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Lulusan prodi ini diharapkan mampu menjadi mediator yang efektif dalam komunikasi bisnis, diplomasi, serta kerja sama teknologi lintas negara.
Di tingkat regional, peran mahasiswa dan alumni Prodi Korea dipandang sebagai "jembatan hidup" yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurut perwakilan Korea Foundation di Jakarta, mereka menjadi agen pemahaman budaya yang mendorong toleransi, kerja sama akademik, dan pertukaran sosial. Dengan semakin kuatnya hubungan bilateral, prodi ini siap menangani isu-isu kontemporer seperti transformasi digital, diplomasi budaya, dan kerja sama lintas kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

