Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prodi Korea UI Jadi Pilar Pendidikan Lintas Budaya

Pengembangan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea di UI sejak 2006 menjadi strategi akademik jangka panjang untuk memperkuat pemahaman budaya dan komunikasi internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 09.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prodi Korea UI Jadi Pilar Pendidikan Lintas Budaya
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia telah menjadi bagian integral dari transformasi pendidikan tinggi yang responsif terhadap dinamika global. Didirikan pada 2006, keputusan pembentukannya menangkap momentum perubahan di mana Korea Selatan tidak hanya tumbuh sebagai ekonomi maju, tetapi juga menjadi aktor budaya global yang berdampak luas. Dekan FIB UI menegaskan bahwa pendirian prodi ini bukan sekadar reaksi terhadap tren populer, melainkan bentuk komitmen akademik terhadap kajian mendalam yang berbasis konteks dan relevansi strategis.

Pertumbuhan kapasitas akademik prodi ini tercermin dari perkembangan sumber daya manusia pengajar. Dari awal yang menghadapi keterbatasan tenaga pengajar lokal, kini program telah memiliki sembilan dosen tetap, delapan di antaranya berlatar belakang doktoral, serta empat dosen tidak tetap. Struktur ini mendukung kualitas pengajaran yang komprehensif, mencakup aspek linguistik, sejarah, politik, dan ekonomi Korea, sekaligus memperkuat kapasitas lulusan dalam menghadapi tantangan kerja lintas budaya.

Keterlibatan dunia industri menjadi alasan krusial dalam pengembangan kurikulum. Menurut perwakilan Kamar Dagang Korea di Indonesia, penguasaan bahasa dan budaya Korea menjadi kunci dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Lulusan prodi ini diharapkan mampu menjadi mediator yang efektif dalam komunikasi bisnis, diplomasi, serta kerja sama teknologi lintas negara.

Di tingkat regional, peran mahasiswa dan alumni Prodi Korea dipandang sebagai "jembatan hidup" yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurut perwakilan Korea Foundation di Jakarta, mereka menjadi agen pemahaman budaya yang mendorong toleransi, kerja sama akademik, dan pertukaran sosial. Dengan semakin kuatnya hubungan bilateral, prodi ini siap menangani isu-isu kontemporer seperti transformasi digital, diplomasi budaya, dan kerja sama lintas kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya