Protes Siswa Prancis Meledak, Kepolisian Sebut Kondisi Tak Terkendali
Aksi demonstrasi pelajar di Prancis yang menyebar ke lebih dari 1.200 sekolah kini dinyatakan tak terkendali oleh pihak kepolisian, dengan ribuan orang ditangkap dan puluhan petugas luka-luka.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepolisian Prancis mengungkapkan bahwa gelombang protes pelajar yang melanda seluruh wilayah negara telah melampaui kendali pihak berwenang. Dalam pernyataan resmi yang disebarkan melalui platform digital, Kepala Kepolisian Paris Patrice Faure menekankan bahwa gerakan yang awalnya dipicu oleh ketidakpuasan terhadap sistem pendidikan kini telah meluas dan didorong oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Ia menyerukan penghentian aksi blokade sekolah dan kerusuhan, serta mendorong pelajar untuk memilih jalur protes damai yang sesuai dengan aturan hukum.
Aksi protes yang bermula dari seruan serikat pelajar menyebar cepat sejak awal pekan, didukung oleh aksi mogok guru yang digagas oleh serikat pekerja. Dalam sepekan terakhir, lebih dari 5.000 remaja—kebanyakan pelajar menengah—telah diamankan oleh aparat keamanan, sementara lebih dari 600 anggota polisi mengalami cedera akibat bentrokan. Kerusakan properti, termasuk sekolah dan fasilitas umum, diperkirakan mencapai puluhan juta euro. Para guru dan warga sipil juga menjadi sasaran serangan, menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan.
Para peserta protes, seperti Maisa, remaja berusia 17 tahun dari pinggiran Paris, menyoroti kondisi kelas yang terlalu padat, kekurangan tenaga pendidik, serta bangunan sekolah yang rusak dan tidak layak. Ia menyebutkan bahwa pada tahun lalu, ia harus mengikuti ujian bahasa Prancis tanpa adanya guru mata pelajaran tersebut. “Ini bukan kondisi yang layak untuk belajar,” tegasnya. Di tempat lain, Amelia, 15 tahun, menyuarakan ketidakadilan sosial dengan membawa spanduk bertuliskan, “Alamat tempat tinggal kami seharusnya tidak menentukan masa depan kami.”
Pihak keamanan memperingatkan bahwa aksi yang terorganisir, terutama di kawasan ibu kota, berpotensi memicu kekerasan lebih besar, terutama dengan dugaan keterlibatan kelompok anarkis sayap kiri yang memanfaatkan momentum gerakan. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menegaskan bahwa situasi saat ini berada dalam “iklim kekerasan yang tidak dapat diterima” dan menyerukan pemulihan ketertiban secara tegas. Namun, para pelajar tetap bersikeras bahwa mereka memperjuangkan hak dasar atas pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi berbasis lokasi atau latar belakang sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Eksekusi Pria Terkait Demonstrasi 2026
Iran menjatuhkan hukuman mati terhadap Siavash Jamshidi karena terbukti menembak aparat keamanan selama demonstrasi besar tahun 2026.
4 Oktober 2026

Penangkapan Warga Inggris-Iran Diduga Kaitan dengan Insiden Teror di RAF Fairford
Polisi Inggris menangkap pria 27 tahun berkebangsaan ganda Inggris-Iran dalam penyelidikan dugaan terorisme di dekat pangkalan RAF Fairford, dengan fokus pada kemungkinan keterlibatan negara asing.
3 Oktober 2026

400 Sekolah Ditutup Akibat Unjuk Rasa Pelajar Prancis
Aksi protes pelajar di Prancis yang menuntut perbaikan kondisi sekolah dan pendanaan menyebabkan 400 sekolah ditutup dan lebih dari 5.000 orang ditangkap.
3 Oktober 2026

Pria 71 Tahun Dibebaskan Setelah 41 Tahun Tahanan Mati
Douglas Stewart Carter, yang divonis mati karena pembunuhan di Utah 1985, dibebaskan dengan jaminan setelah bukti DNA baru menunjukkan tidak adanya kaitan genetik dengan kejahatan tersebut.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

