Putin dan Kyiv Sampaikan Harapan Baru untuk Perdamaian Ukraina
Presiden Rusia dan Menteri Luar Negeri Ukraina menyampaikan optimisme atas kemungkinan tercapainya kesepakatan damai, meski konflik berlanjut selama empat setengah tahun tanpa hasil konkret.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan adanya ruang nyata untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik di Ukraina, dalam pidato di ajang Eastern Economic Forum. Ia menegaskan bahwa negara-negara seperti Amerika Serikat dan China telah menunjukkan kesiapan untuk mendukung proses penyelesaian damai, sekaligus menyampaikan apresiasi atas upaya-upaya yang dilakukan pihak-pihak terkait. Namun, Putin menekankan bahwa solusi akhir harus datang dari Rusia dan Ukraina sebagai pihak langsung terlibat dalam konflik.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyampaikan keyakinan bahwa dunia kembali membuka ruang bagi dinamika baru dalam upaya perdamaian. Ia menyebut kembali aktifnya peran politik dan diplomasi di berbagai ibu kota global, meski tidak merinci bentuk atau mekanisme yang mendorong perubahan tersebut. Sybiha meminta publik untuk menantikan perkembangan lebih lanjut dari proses yang sedang berjalan.
Pernyataan optimistis dari kedua belah pihak muncul setelah lebih dari empat setengah tahun perang tanpa kesepakatan damai. Pertemuan terakhir yang diinisiasi AS berlangsung pada Februari, sejak itu kedua negara justru meningkatkan serangan jarak jauh, termasuk menargetkan pelabuhan dan kapal dagang. Kondisi ini berdampak pada pasar global, terutama pada harga komoditas seperti gandum, yang mengalami penurunan lebih dari 2% setelah pernyataan Putin.
Putin menilai bahwa aksi militer Ukraina terhadap kapal sipil dan ancaman terhadap pesawat komersial dapat menghambat proses perundingan, menyebutnya sebagai bentuk "terorisme negara". Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa serangan drone hanya ditujukan pada fasilitas militer Rusia dan tidak bermaksud mengancam penerbangan sipil. Ukraina juga telah meminta Badan Penerbangan Sipil Dunia (ICAO) untuk mendorong larangan penerbangan di wilayah udara Rusia, sementara Ukraina sendiri telah menutup ruang udaranya bagi penerbangan internasional sejak 2022.
Putin menyatakan bahwa komunikasi antara kedua negara tetap berlangsung, terutama melalui saluran intelijen, meski belum mengarah pada kesepakatan damai. Ia menyayangkan pernyataan terbaru dari pemimpin Ukraina yang menurutnya mengurangi peluang perundingan. Di sisi lain, India menegaskan kesiapannya untuk membantu, dengan Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan pesan kepada Putin agar perang dihentikan demi kemanusiaan dan menegaskan dukungan terhadap setiap upaya perdamaian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

