Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Putin dan Kyiv Sampaikan Harapan Baru untuk Perdamaian Ukraina

Presiden Rusia dan Menteri Luar Negeri Ukraina menyampaikan optimisme atas kemungkinan tercapainya kesepakatan damai, meski konflik berlanjut selama empat setengah tahun tanpa hasil konkret.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Putin dan Kyiv Sampaikan Harapan Baru untuk Perdamaian Ukraina
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan adanya ruang nyata untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik di Ukraina, dalam pidato di ajang Eastern Economic Forum. Ia menegaskan bahwa negara-negara seperti Amerika Serikat dan China telah menunjukkan kesiapan untuk mendukung proses penyelesaian damai, sekaligus menyampaikan apresiasi atas upaya-upaya yang dilakukan pihak-pihak terkait. Namun, Putin menekankan bahwa solusi akhir harus datang dari Rusia dan Ukraina sebagai pihak langsung terlibat dalam konflik.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyampaikan keyakinan bahwa dunia kembali membuka ruang bagi dinamika baru dalam upaya perdamaian. Ia menyebut kembali aktifnya peran politik dan diplomasi di berbagai ibu kota global, meski tidak merinci bentuk atau mekanisme yang mendorong perubahan tersebut. Sybiha meminta publik untuk menantikan perkembangan lebih lanjut dari proses yang sedang berjalan.

Pernyataan optimistis dari kedua belah pihak muncul setelah lebih dari empat setengah tahun perang tanpa kesepakatan damai. Pertemuan terakhir yang diinisiasi AS berlangsung pada Februari, sejak itu kedua negara justru meningkatkan serangan jarak jauh, termasuk menargetkan pelabuhan dan kapal dagang. Kondisi ini berdampak pada pasar global, terutama pada harga komoditas seperti gandum, yang mengalami penurunan lebih dari 2% setelah pernyataan Putin.

Putin menilai bahwa aksi militer Ukraina terhadap kapal sipil dan ancaman terhadap pesawat komersial dapat menghambat proses perundingan, menyebutnya sebagai bentuk "terorisme negara". Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa serangan drone hanya ditujukan pada fasilitas militer Rusia dan tidak bermaksud mengancam penerbangan sipil. Ukraina juga telah meminta Badan Penerbangan Sipil Dunia (ICAO) untuk mendorong larangan penerbangan di wilayah udara Rusia, sementara Ukraina sendiri telah menutup ruang udaranya bagi penerbangan internasional sejak 2022.

Putin menyatakan bahwa komunikasi antara kedua negara tetap berlangsung, terutama melalui saluran intelijen, meski belum mengarah pada kesepakatan damai. Ia menyayangkan pernyataan terbaru dari pemimpin Ukraina yang menurutnya mengurangi peluang perundingan. Di sisi lain, India menegaskan kesiapannya untuk membantu, dengan Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan pesan kepada Putin agar perang dihentikan demi kemanusiaan dan menegaskan dukungan terhadap setiap upaya perdamaian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya