Putin Tawarkan Kapal Ikan Canggih ke Prabowo
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kapal pengolahan ikan modern panjang 120 meter kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Vladivostok, sebagai bagian dari kerja sama strategis sektor perikanan dan ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.27 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada pertemuan bilateral di Vladivostok, Rusia, Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin mengajukan tawaran kerja sama di bidang perkapalan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah penawaran kapal pengolahan ikan berukuran 120 meter, dirancang secara mutakhir untuk memproses hasil tangkapan laut secara langsung di laut, meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk perikanan nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani menyampaikan bahwa tawaran tersebut disambut positif dan akan segera dievaluasi oleh pemerintah. Rencananya, tim teknis akan dikirim ke Rusia untuk melakukan kajian mendalam terhadap teknologi kapal tersebut, termasuk analisis kelayakan operasional dan dampak terhadap industri perikanan dalam negeri.
Selain sektor perikanan, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama dalam bidang pupuk dan perdagangan. Salah satu inisiatif konkret yang disepakati adalah penjajakan investasi PT Pupuk Indonesia untuk membangun pabrik pupuk urea di wilayah Vladivostok. Proses studi kelayanan bersama telah resmi ditandatangani oleh pihak Indonesia dan direncanakan sebagai awal dari kerja sama strategis di bidang pertanian dan energi.
Peningkatan volume perdagangan antara Indonesia dan Rusia, yang mencatat pertumbuhan lebih dari 12% dalam tahun terakhir, menjadi dasar kuat untuk memperkuat hubungan bilateral. Dengan adanya nota kesepahaman dan momentum positif ini, pemerintah Indonesia optimistis bahwa kerja sama ekonomi, perdagangan, serta investasi bisa berkembang lebih luas, terutama melalui perjanjian perdagangan bebas yang sedang dalam proses ratifikasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

