Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Reformasi PBB Jadi Prioritas Indonesia di Forum Global

Menlu RI menegaskan urgensi reformasi PBB demi menjawab tantangan abad ke-21, dengan menekankan multilateralisme yang lebih representatif dan efektif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 21.00 WITA·👁 4 orang membaca· 1 hari ini · 37x dibuka
Reformasi PBB Jadi Prioritas Indonesia di Forum Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia menilai langkah-langkah reformasi terhadap sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa kini semakin mendesak, seiring dengan kompleksitas krisis global yang muncul di berbagai belahan dunia. Dalam pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Menteri Luar Negeri RI menyampaikan bahwa kepercayaan terhadap PBB harus diimbangi dengan komitmen untuk memastikan lembaga tersebut mampu beradaptasi dengan realitas dunia modern. Ia menegaskan bahwa PBB tetap menjadi fondasi utama dalam menopang kerja sama internasional yang berbasis aturan.

Menlu menekankan bahwa multilateralisme yang kuat bukan sekadar idealisme, melainkan kebutuhan strategis untuk mengatasi perbedaan kepentingan tanpa mengorbankan perdamaian. Ia menilai sistem global saat ini memerlukan evolusi agar lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat, khususnya di bidang kemanusiaan, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan. Reformasi yang diusung harus memperkuat representasi negara-negara berkembang, meningkatkan ketahanan institusi, serta mempercepat respons terhadap krisis yang melanda berbagai wilayah.

Upaya perbaikan tidak hanya terfokus pada PBB, tetapi juga meluas ke arsitektur keuangan global. Menlu menyatakan pentingnya menyesuaikan kerangka keuangan internasional agar lebih inklusif, memungkinkan negara berkembang mengelola prioritas pembangunan nasional tanpa terjebak dalam ketergantungan struktural. Reformasi sistemik ini, menurutnya, harus dimulai sekarang, karena tantangan yang dihadapi dunia tidak bisa ditunda lagi.

Indonesia menegaskan bahwa kontribusinya terhadap kerja sama multilateral lahir dari keberhasilan membangun ketahanan nasional secara mandiri. Keberhasilan ini dibangun atas fondasi persatuan dalam keberagaman, penghormatan terhadap HAM, serta upaya konsisten menjaga kualitas kehidupan rakyat. Delegasi Indonesia, dipimpin langsung oleh Menlu, telah tiba di New York sejak awal pekan dan aktif mengikuti berbagai pertemuan tingkat tinggi sebelum menyampaikan pernyataan pada Sidang Majelis Umum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya