Reformasi PBB Jadi Prioritas Indonesia di Forum Global
Menlu RI menegaskan urgensi reformasi PBB demi menjawab tantangan abad ke-21, dengan menekankan multilateralisme yang lebih representatif dan efektif.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 21.00 WITA·👁 4 orang membaca· 1 hari ini · 37x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indonesia menilai langkah-langkah reformasi terhadap sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa kini semakin mendesak, seiring dengan kompleksitas krisis global yang muncul di berbagai belahan dunia. Dalam pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Menteri Luar Negeri RI menyampaikan bahwa kepercayaan terhadap PBB harus diimbangi dengan komitmen untuk memastikan lembaga tersebut mampu beradaptasi dengan realitas dunia modern. Ia menegaskan bahwa PBB tetap menjadi fondasi utama dalam menopang kerja sama internasional yang berbasis aturan.
Menlu menekankan bahwa multilateralisme yang kuat bukan sekadar idealisme, melainkan kebutuhan strategis untuk mengatasi perbedaan kepentingan tanpa mengorbankan perdamaian. Ia menilai sistem global saat ini memerlukan evolusi agar lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat, khususnya di bidang kemanusiaan, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan. Reformasi yang diusung harus memperkuat representasi negara-negara berkembang, meningkatkan ketahanan institusi, serta mempercepat respons terhadap krisis yang melanda berbagai wilayah.
Upaya perbaikan tidak hanya terfokus pada PBB, tetapi juga meluas ke arsitektur keuangan global. Menlu menyatakan pentingnya menyesuaikan kerangka keuangan internasional agar lebih inklusif, memungkinkan negara berkembang mengelola prioritas pembangunan nasional tanpa terjebak dalam ketergantungan struktural. Reformasi sistemik ini, menurutnya, harus dimulai sekarang, karena tantangan yang dihadapi dunia tidak bisa ditunda lagi.
Indonesia menegaskan bahwa kontribusinya terhadap kerja sama multilateral lahir dari keberhasilan membangun ketahanan nasional secara mandiri. Keberhasilan ini dibangun atas fondasi persatuan dalam keberagaman, penghormatan terhadap HAM, serta upaya konsisten menjaga kualitas kehidupan rakyat. Delegasi Indonesia, dipimpin langsung oleh Menlu, telah tiba di New York sejak awal pekan dan aktif mengikuti berbagai pertemuan tingkat tinggi sebelum menyampaikan pernyataan pada Sidang Majelis Umum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pasukan musuh telah ditarik dari perairan selatan Iran hingga ke Laut Arab, sekaligus menegaskan rencana membersihkan wilayah tersebut dari kehadiran lawan.
28 September 2026

Rusia Dilemahkan di Ukraina, Tidak Mampu Serang NATO Secara Besar-besaran
Menteri Luar Negeri Polandia menegaskan Rusia tak punya kapasitas militer untuk menyerang NATO secara besar-besaran karena seluruh kekuatannya masih terkonsentrasi di Ukraina.
28 September 2026

Trump Dikabarkan Tawarkan Senjata AS Langsung ke Xi Jinping
Mantan Duta Besar AS untuk China mengungkap bahwa Presiden Trump pernah menawarkan penjualan senjata secara langsung kepada Presiden Xi Jinping, menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Asia.
28 September 2026

Thom Haye Dikartu Merah, Indonesia Tertahan Malaysia di Laga Kunci
Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain usai Thom Haye dikartu merah menit ke-37, setelah pelanggaran yang direvisi oleh VAR, membuat kans lolos ke final terancam.
28 September 2026
Berita Lainnya

IHSG Terpanggang di 6.181 Usai Batas Harga Saham Rp1 Diberlakukan
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

28 Saham Sentuh Level Rp43 Pasca Penurunan Batas Harga Minimum
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas untuk 2027
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

BEI Mulai Short Selling 1 Oktober, Wajib Setor Rp50 Juta
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pilot dan Tahanan Bersatu Selamatkan Penumpang di Pulau Terpencil
Senin, 28 September 2026, 23.20 WITA

