Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.722 per Dolar AS Awal Pekan

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.722 per dolar AS pada perdagangan Senin sore, melemah 0,16 persen dari posisi sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.722 per Dolar AS Awal Pekan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah tercatat melemah ke level Rp17.722 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (31/8) sore. Pergerakan ini menunjukkan penurunan sebesar 29 poin dibandingkan posisi sebelumnya, mencerminkan tekanan terhadap mata uang dalam negeri di tengah dinamika pasar global. Pergerakan ini terjadi di tengah pergerakan bervariasi dari mata uang Asia terhadap dolar AS, dengan sejumlah negara mencatatkan penguatan dan sebagian lainnya mengalami pelemahan.

Di antara mata uang Asia, yuan China menguat 0,12 persen, dolar Singapura naik 0,11 persen, yen Jepang menguat 0,26 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,70 persen, dan dolar Hong Kong juga menguat 0,02 persen. Sementara itu, peso Filipina melemah 0,21 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,05 persen, menunjukkan perbedaan pergerakan yang cukup signifikan di kawasan.

Di pasar mata uang utama negara maju, sebagian besar menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,10 persen, poundsterling Inggris naik 0,03 persen, dolar Kanada melonjak 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,02 persen. Dolar Australia menjadi satu-satunya mata uang utama yang terkoreksi, turun 0,09 persen dalam perdagangan hari itu.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi oleh pidato hawkish dari Kepala The Fed Warsh yang memperkuat dolar AS. Ia menambahkan bahwa eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak mentah dunia turut menjadi faktor penguat tekanan terhadap rupiah. Kombinasi dari ketegangan global dan dinamika pasar komoditas memberi dampak langsung terhadap pergerakan mata uang lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya