Rupiah Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan Senin, dipengaruhi kenaikan dolar AS akibat sentimen hawkish The Fed dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan pagi Senin (31/8) berada di posisi Rp17.750 per dolar AS, menunjukkan pelemahan sebesar 57 poin atau 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan tekanan terhadap mata uang domestik yang terus berlanjut di tengah pergerakan dolar AS yang menguat secara global.
Di kawasan Asia, pergerakan nilai tukar mata uang beragam. Yuan China menguat 0,08 persen, dolar Singapura naik 0,05 persen, yen Jepang menguat 0,16 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,07 persen, dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen. Sementara itu, peso Filipina melemah 0,05 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,20 persen.
Di sisi lain, mata uang utama negara maju menunjukkan kekuatan terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,07 persen, poundsterling Inggris menguat 0,05 persen, dolar Australia terapresiasi 0,04 persen, dolar Kanada menguat 0,11 persen, dan franc Swiss menguat 0,06 persen. Kenaikan ini didorong oleh sentimen safe-haven yang meningkat di tengah ketegangan regional.
Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS pada hari ini. Ia menilai pelemahan rupiah dipicu oleh rebound tajam dolar AS, yang didukung oleh pidato hawkish dari pejabat The Fed, serta eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat serangan AS terhadap Iran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Erupsi bersamaan enam gunung api di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh pertemuan siklus aktivitas alami, bukan keterkaitan sistem magma.
9 September 2026

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Probabilitas Indonesia menjadi negara maju masih di bawah ambang batas, tertinggal dari Thailand dan Vietnam berdasarkan metode analisis kinerja ekonomi struktural.
9 September 2026

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Peningkatan belanja emas oleh bank sentral dunia mencatat rekor hingga Juli 2026, didorong kebutuhan diversifikasi cadangan dan stabilitas dalam era ketegangan global.
9 September 2026

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
LPS sukses gelar Lampung Financial Festival 2026 dengan 6.800 pengunjung, fokus pada penguatan pemahaman keuangan generasi muda.
9 September 2026
Berita Lainnya

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

RATU Perluas Modal Lewat Private Placement 271,5 Juta Saham
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

IHSG Naik 1,01% Didorong Kenaikan Harga Tembaga dan Kinerja Emiten
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


