Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Supersonik Tanpa Peduli AS
Rusia secara diam-diam mendukung pengembangan rudal jelajah supersonik Iran sejak 2023, menunjukkan kemitraan militer strategis meski menghadapi tekanan global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Rusia telah memperkuat kemitraan militer strategis dengan Iran dengan membantu pengembangan rudal jelajah supersonik, meski mendapat peringatan dari Amerika Serikat. Laporan investigasi yang berbasis pada dokumen militer, catatan perjalanan, dan paten teknis mengungkap bahwa proyek ini telah berlangsung sejak awal 2023 dan berfokus pada teknologi propulsi ramjet yang memungkinkan rudal terbang dengan kecepatan melebihi suara. Teknologi ini diklaim sebagai salah satu transfer teknologi militer paling sensitif dari Moskow ke Teheran dalam dekade terakhir.
Pengembangan sistem tersebut didukung oleh sejumlah pakar Rusia terkemuka di bidang pertahanan, yang terlibat langsung dalam proses rekayasa dan pengujian. Meski belum ada bukti rudal tersebut dikerahkan dalam operasi militer, Iran telah berhasil membangun dan menguji prototipe sistem propulsi berbasis ramjet. Teknologi ini menjanjikan kemampuan menyerang target strategis seperti kapal induk secara efektif di wilayah Timur Tengah.
Fabian Hinz, analis senior di Conflict Armament Research dan pakar rudal Iran, menegaskan bahwa program ini memerlukan persetujuan tingkat tinggi dari pemerintahan Rusia. “Ini adalah bentuk kerja sama militer strategis yang telah lama diinginkan Iran dan kini mulai terwujud,” ujarnya, menyoroti kompleksitas teknis dan politis di balik transfer tersebut. Keterlibatan Rusia menunjukkan komitmen kuat terhadap kepentingan bersama dalam konteks ketegangan regional dan keterasingan diplomasi terhadap Iran.
Hubungan kedua negara semakin erat, ditandai dengan kunjungan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ke Kirgistan dalam pertemuan KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai, di mana ia secara langsung menyampaikan penghargaan kepada Presiden Vladimir Putin. Pezeshkian menekankan bahwa dukungan Rusia selama konflik dan sanksi internasional telah menjadi penopang penting bagi Iran, menegaskan bahwa kemitraan keduanya bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan bentuk koalisi strategis yang tahan uji tekanan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


