Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rusia Dituduh Serang Bandara Jerman dengan Drone Berbahan Peledak

Jerman mengonfirmasi penemuan drone berbahan peledak di bandara Leipzig/Halle, menuding Rusia sebagai pelaku, dan menaikkan ancaman negara ke level tinggi sambil memperketat kontrol warga Rusia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 07.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rusia Dituduh Serang Bandara Jerman dengan Drone Berbahan Peledak
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Jerman secara resmi menaikkan tingkat ancaman keamanan nasional dari level umum menjadi tinggi, menyusul penemuan drone bersenjata di dekat landasan pacu Bandara Leipzig/Halle pada 4 Agustus 2026. Insiden tersebut terjadi di area aman yang menjadi lokasi operasional pesawat kargo, termasuk pesawat milik Antonov Airlines Ukraina, yang telah menjadikan bandara tersebut sebagai basis operasional sejak 2022. Drone yang ditemukan dibekali bahan peledak militer, dan segera ditangani oleh tim penjinak bom.

Sehari setelahnya, pada 5 Agustus, sebuah objek terbang lain menabrak pesawat kargo di dekat Hannover, menyebabkan kerusakan ringan namun tidak menimbulkan korban jiwa. Otoritas keamanan menyatakan bahwa serangan-serangan ini merupakan bagian dari strategi hibrida yang terus-menerus mengancam infrastruktur kritis di Eropa. Pihak Kejaksaan Federal Jerman menegaskan penyelidikan masih berlangsung, sementara intelijen AS mengidentifikasi kemungkinan keterlibatan layanan intelijen Rusia dalam insiden tersebut.

Respons Jerman pun cepat merespons dengan menutup konsulat Rusia di Bonn dan pusat budaya Russian House di Berlin, serta memperketat izin masuk bagi warga negara Rusia. Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt menegaskan bahwa ancaman terhadap negara itu tidak lagi bersifat teoritis, melainkan realitas harian yang memerlukan tindakan strategis. Ia menyebut penemuan drone di dekat pesawat Ukraina sebagai eskalasi serius dalam konflik keamanan lintas batas.

Di tingkat regional, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa para menteri luar negeri Eropa akan mengumumkan respons kolektif, termasuk sanksi tambahan, dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, di wilayah lain, sebagian jaringan listrik di Turnow-Preilack, dekat perbatasan Polandia, diserang dengan bahan peledak rakitan yang menyerupai roket. Insiden ini menyebabkan dua korsleting, dan meski pelaku belum diketahui, otoritas menyinggung kemungkinan keterlibatan aktor asing atau kelompok ekstremis sayap kiri.

Pada saat yang sama, Kepala NATO Mark Rutte menyambut positif langkah-langkah Jerman dan menegaskan komitmen aliansi terhadap pertahanan kolektif. Ia menekankan bahwa serangan seperti di Leipzig merupakan tantangan baru dalam perang hibrida yang mungkin terus berkembang. Rusia menolak tudingan tersebut, dengan Presiden Vladimir Putin menyebut tuduhan itu tidak masuk akal dan menuduh Jerman menciptakan bukti palsu. Duta Besar Rusia di Jerman, Sergey Nechayev, menyerukan penurunan tensi dan memperingatkan adanya tindakan balasan jika eskalasi terus berlanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya