Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rusia Kembali Dekati Udara Polandia, NATO Tanggap Cepat

Jet tempur Polandia mencegat pesawat intai Rusia di atas Laut Baltik, menandai peningkatan aktivitas militer Moskow di kawasan tersebut sejak invasi ke Ukraina.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 14.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Rusia Kembali Dekati Udara Polandia, NATO Tanggap Cepat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah pesawat pengintaian militer Rusia jenis Il-20 berhasil dicegat oleh jet tempur Polandia di wilayah udara internasional, sekitar 30 kilometer dari pantai Łeba di Laut Baltik. Insiden terjadi sebelum waktu siang, menurut keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan Polandia. Pesawat tersebut tidak memasuki wilayah udara negara Eropa Timur, melainkan beroperasi di atas perairan internasional, sehingga tidak terjadi pelanggaran kedaulatan.

Menteri Pertahanan Polandia, Władysław Kosiniak-Kamysz, menyatakan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus Rusia menguji sistem pertahanan udara negara-negara NATO. Ia menekankan bahwa aktivitas pesawat intai Rusia di dekat perbatasan Baltik telah meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Il-20, yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data intelijen dari sistem pertahanan udara, kerap terdeteksi mendekati wilayah udara sekutu tanpa menyampaikan rencana penerbangan.

Sebelum insiden ini, Polandia telah melakukan operasi pengecekan serupa pada pertengahan Juli, saat tiga hari berturut-turut jet tempur negara itu harus meluncur untuk mengidentifikasi armada udara Rusia yang mencakup Il-20 dan Su-30. Operasi semacam itu kian lazim sejak 2022, ketika Rusia memulai invasi penuh terhadap Ukraina. Banyak pesawat militer Moskow tercatat terbang tanpa transponder aktif dan tanpa pemberitahuan, memicu respons cepat dari negara-negara NATO.

Di sisi lain, Polandia memperketat kesiapsiagaan menyusul jatuhnya rudal jelajah Kh-101 di wilayah timur negara itu pada akhir Juli. Rudal tersebut meledak di ladang dekat Tarnawa-Kolonia, sekitar 80 kilometer dari perbatasan Ukraina, meninggalkan kawah besar. Pejabat setempat menyebutkan bahwa rudal tersebut membawa muatan peledak yang cukup besar, menimbulkan kekhawatiran atas risiko serangan melintasi wilayah sekutu NATO.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya