Sedimentasi Ancam Kelangsungan Teluk Kendari
Penumpukan sedimen di Teluk Kendari mempercepat pengurukan, mengancam ekosistem dan ekonomi lokal dengan perkiraan umur teluk tersisa hanya 30 tahun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 BahdinKendari, ıNarasikita - Kondisi teluk di Kota Kendari kini mengalami degradasi akibat akumulasi sedimen yang terus meningkat. Data terbaru menunjukkan laju pengurukan mencapai 1,5 meter per dekade, menyebabkan perubahan signifikan dalam ekosistem pesisir. Dengan laju ini, diperkirakan teluk akan kehilangan fungsi alaminya dalam waktu kurang dari tiga dekade, mengancam keberlangsungan budidaya laut dan ekonomi masyarakat pesisir.
Upaya mitigasi yang dilakukan belum mampu menekan laju sedimentasi, terutama karena intensifikasi aktivitas manusia di kawasan hulu. Drainase kota, pembangunan infrastruktur, dan penggundulan hutan di daerah aliran sungai menjadi penyumbang utama material yang terbawa ke laut. Tanpa intervensi serius, ekosistem padang lamun dan terumbu karang yang menjadi fondasi kehidupan laut di wilayah ini diperkirakan akan menghilang dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah telah menyadari risiko besar yang mengancam teluk ini, namun implementasi kebijakan pengendalian sedimentasi masih terkendala oleh keterbatasan anggaran dan koordinasi lintas sektor. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanpa intervensi, penurunan kualitas air dan kerusakan habitat akan memperparah kemiskinan di komunitas nelayan.
Dengan kondisi saat ini, diperlukan kebijakan strategis yang menyeluruh, mencakup pengelolaan kawasan hulu, rehabilitasi ekosistem pesisir, dan partisipasi aktif masyarakat. Tujuan utamanya adalah memperpanjang umur fungsional teluk hingga minimal 50 tahun, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Kendari Ungguli Daerah Lain dalam Literasi Keuangan Anak
Kota Kendari dinobatkan sebagai kota terbaik dalam implementasi program KEJAR, menunjukkan keberhasilan dalam membangun literasi keuangan sejak usia dini melalui pendekatan berkelanjutan dan kolaboratif.
25 Oktober 2026
BPBD Sultra Siagakan 24 Jam Hadapi Bencana Musim Hujan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara siaga penuh selama musim hujan, siapkan mobil tangki dan layanan darurat 112 untuk respon cepat bencana.
25 Oktober 2026
Kapolresta Kendari Perkuat Kerukunan Melalui Kerja Sama dengan FKUB
Kapolresta Kendari bersinergi dengan FKUB untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan keamanan publik melalui dialog rutin dan program pencegahan konflik.
25 Oktober 2026

Polda Sultra Gelar Minggu Kasih di Galilea Baruga, Tekankan Sinergi dan Pencegahan Narkoba
Polda Sultra gelar Minggu Kasih di Gereja Galilea Baruga, fokus pada penguatan sinergi kepolisian-masyarakat dan imbauan pencegahan narkoba.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

