Serangan Udara Israel Guncang Nabatieh, Asap Tebal Selimuti Wilayah
Serangan udara Israel menghantam kawasan Al-Baraka di Zawtar al-Sharqiya, Nabatieh, Lebanon, memicu ledakan besar dan asap tebal, menyusul negosiasi antara kedua negara dengan peran AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 06.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah serangan udara Israel menghantam kawasan Al-Baraka di Zawtar al-Sharqiya, wilayah Nabatieh, Lebanon, pada Senin (31/8), menimbulkan ledakan besar yang terdengar hingga ke sejumlah desa di sekitarnya. Asap tebal langsung membumbung ke langit, menyelimuti area sekitar lokasi serangan, dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat. Lokasi tersebut diketahui berada di dekat perbatasan yang kerap menjadi titik tegang antara kedua negara.
Serangan ini terjadi tak lama setelah negosiasi antara Lebanon dan Israel berlangsung pada periode 4–6 Agustus, dengan Amerika Serikat bertindak sebagai mediator. Meskipun kedua pihak sempat menunjukkan upaya penstabilan, situasi kembali memanas dalam waktu singkat. Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan berasal dari pesawat tempur yang melintasi perbatasan dari arah utara.
Kepada media, pejabat setempat menyatakan bahwa kawasan yang diserang merupakan area pemukiman warga sipil, dengan sejumlah bangunan rusak akibat dampak ledakan. Tim pemadam kebakaran dan petugas darurat segera diterjunkan ke lokasi untuk menangani korban dan memadamkan api yang masih menyala. Hingga saat ini, jumlah korban belum dipastikan, namun laporan awal menyebutkan adanya luka-luka ringan dan kerusakan infrastruktur.
Pihak berwenang Lebanon mengecam aksi tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan menyerukan penyelidikan internasional atas insiden ini. Mereka menegaskan bahwa upaya diplomasi yang sedang berlangsung harus tetap diprioritaskan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Serangan ini kembali menyoroti ketegangan yang terus menghantui wilayah perbatasan, meski ada upaya damai yang sedang digalakkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

