Serangan Udara Israel Tewaskan Dua Anak dan Satu Perempuan di Gaza
Serangan udara Israel di wilayah barat Kota Gaza menewaskan tiga warga sipil, termasuk dua anak dan seorang perempuan, seiring melonjaknya korban jiwa pasca-gencatan senjata Oktober 2025.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Serangan udara Israel pada Selasa (1/9) di sebelah barat Kota Gaza menyebabkan tiga warga Palestina tewas, termasuk dua anak-anak dan seorang perempuan dewasa. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan insiden tersebut sebagai bagian dari eskalasi kekerasan yang terus terjadi meskipun gencatan senjata telah dideklarasikan sejak Oktober 2025. Korban tewas dilaporkan tewas akibat dampak langsung dari bom yang menghantam sebuah area permukiman.
Dalam laporan terbaru, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut, dengan beberapa korban dalam kondisi kritis. Kondisi medis korban yang terluka kini sedang ditangani oleh tim kesehatan lokal, meskipun akses ke fasilitas kesehatan terus terhambat akibat kerusakan infrastruktur. Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan bahwa serangan ini merupakan salah satu insiden paling mematikan sejak perjanjian gencatan senjata berlaku.
Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa jumlah korban tewas dan terluka dalam konflik di Gaza meningkat signifikan sejak Oktober 2025, menandakan belum stabilnya situasi keamanan di wilayah tersebut. Kementerian menyebut bahwa serangan terhadap warga sipil, terutama anak-anak, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Mereka menyerukan investigasi independen atas insiden ini.
Pihak berwenang di Gaza meminta komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan agar kekerasan berlanjut tidak memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berkepanjangan. Mereka menekankan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam semua operasi militer. Serangan yang menewaskan anak-anak dan perempuan menjadi bukti kegagalan upaya perdamaian yang telah dicanangkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


